Industri Garam Lokal NTT Tembus Pasar Nasional

oleh -2932 Dilihat
Gubernur Melki Laka Lena dan Ketua Asosiasi Industri Garam Nasional Provinsi NTT. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena secara resmi melepas keberangkatan kontainer distribusi garam konsumsi beryodium di PT Garam Cahaya Indonesia, Oebelo, Kabupaten Kupang pada Rabu (17/9/2025) pagi. Pelepasan ini menandai langkah baru industri garam lokal NTT menembus pasar nasional.

Gubernur Melki hadir didampingi Direktur PT Garam Cahaya Indonesia, Stenly Jayapranata, dan Ketua Asosiasi Industri Garam Nasional Provinsi NTT, Daniel Cherlin. Sebanyak 1.500 dus garam konsumsi bersertifikat merek Saltera dikirim ke Jakarta, sementara garam dalam kemasan karung didistribusikan ke Surabaya. Selain merek Saltera, turut dilepas pula distribusi garam merek Teluk Kupang dan Anak Timor.

Pengiriman perdana ini menggunakan 11 mobil kontainer dengan muatan total 24 ton, terdiri dari 10 kontainer garam baku dari tambak dan 1 kontainer garam konsumsi beryodium.

Ketua Asosiasi Industri Garam Nasional Provinsi NTT, Daniel Cherlin, menjelaskan bahwa potensi produksi garam di Teluk Kupang dapat mencapai 150 ribu ton per tahun jika musim panen berlangsung enam bulan penuh. Namun, kondisi iklim saat ini hanya memungkinkan panen dua bulan. Menurutnya, konsumsi garam masyarakat sekitar 1 ton per hari sehingga distribusi ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan nasional sekaligus memperluas pasar.

“Garam kita terbaik karena kandungan NaCl mendekati kualitas impor. Dengan dukungan Bapak Gubernur, hari ini Saltera bisa menembus pasar modern di Jakarta di bawah Perumda Pasar Jaya,” ungkap Daniel.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menyampaikan apresiasi kepada industri garam NTT yang semakin berkembang. Ia menekankan pentingnya pengelolaan serius, termasuk kelengkapan izin BPOM yang kini telah dikantongi merek Saltera sejak Juni 2025.

“Hari ini kita memulai langkah baik. Jika pengusaha untung, masyarakat pun ikut sejahtera, dan pemerintah mendapat PAD. Saya percaya Tuhan akan terus membuka jalan bagi usaha ini,” ujar Gubernur Melki.

Ia juga mengingatkan agar harga garam dikelola secara bijak sehingga memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Gubernur menegaskan nama Saltera dan PT Garam Cahaya Indonesia sejalan dengan visinya menjadikan NTT sebagai provinsi garam dan terang—sentra garam sekaligus pengembangan energi baru terbarukan.

Turut hadir mendampingi Gubernur antara lain Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT Sulastri H.I. Rasyid, Asisten II Sekda Provinsi NTT Florita Wuisan, Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi NTT Selfi H. Nange, serta Komisaris Bank NTT Frans Gana.

Langkah pelepasan kontainer ini diharapkan menjadi momentum penting bagi penguatan branding garam NTT di pasar nasional serta peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir dan pendapatan daerah. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.