Suarantt.id, Kupang-Inovasi kebencanaan milik Pemerintah Kota Kupang, “Top Ranger”, mulai menarik perhatian internasional. Hal ini terungkap dalam pertemuan antara Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry E. Pelt, dengan Tim Program SIAP SIAGA bersama perwakilan Kedutaan Besar Australia di ruang kerja Sekda pada Selasa (21/4/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting yang menegaskan bahwa pendekatan inovatif Kota Kupang dalam penanganan bencana mendapat apresiasi serius dari mitra global.
Hadir dalam kesempatan itu Team Leader Program SIAP SIAGA, Lucy Dickinson, Program Officer Kedutaan Besar Australia, Yiyik Putri, NTT Area Manager Program SIAP SIAGA, Silvia Fanggidae, serta Program Policy Officer SIAP SIAGA NTT, Selvister Ndaparoka.
Turut mendampingi Sekda Kota Kupang, Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang, Ernest S. Ludji dan Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Elsje W. A. Sjioen.
Dalam diskusi tersebut, program “Top Ranger” menjadi sorotan utama. Inovasi yang digagas oleh Ernest S. Ludji ini merupakan bagian dari proyek perubahan dalam Diklat PIM II Pejabat Tinggi Pratama. Program ini dirancang sebagai sistem respons cepat berbasis masyarakat yang mengintegrasikan teknologi, penguatan standar operasional prosedur (SOP), serta pelibatan aktif warga dalam menghadapi situasi darurat.
Tim SIAP SIAGA menilai pendekatan tersebut tidak hanya relevan secara lokal, tetapi juga memiliki peluang besar untuk direplikasi di berbagai daerah, bahkan lintas negara.
Lucy Dickinson menyampaikan apresiasinya terhadap konsistensi Pemerintah Kota Kupang dalam membangun sistem kesiapsiagaan bencana sejak tahun 2020.
Menurutnya, inovasi yang dihadirkan tidak hanya berdampak bagi daerah setempat, tetapi juga dapat menjadi referensi bagi wilayah lain.
“Kota Kupang selalu menghadirkan ide-ide baru dan inovasi yang menarik. Ini bukan hanya bermanfaat untuk daerah ini, tetapi juga bisa menjadi pembelajaran bagi tempat lain,” ujarnya.
Sementara itu, Yiyik Putri menegaskan bahwa Provinsi Nusa Tenggara Timur, termasuk Kota Kupang, menjadi salah satu wilayah prioritas dalam kemitraan Indonesia-Australia. Fokus kerja sama ini diarahkan pada penguatan ketangguhan masyarakat di berbagai sektor, termasuk kebencanaan.
Sekda Kota Kupang, Jeffry E. Pelt, menegaskan bahwa lahirnya inovasi seperti “Top Ranger” tidak terlepas dari tantangan nyata yang dihadapi daerah akibat perubahan iklim dan pengalaman menghadapi berbagai bencana.
“Kita dihadapkan pada kondisi cuaca yang semakin sulit diprediksi. Situasi ini memaksa kita untuk tidak biasa-biasa saja. Kita harus berinovasi, membangun sistem yang cepat, adaptif, dan melibatkan masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa “Top Ranger” akan terus dikembangkan, tidak hanya sebagai sistem tanggap darurat, tetapi juga sebagai platform layanan yang lebih luas, termasuk distribusi logistik dan dukungan sosial bagi masyarakat terdampak bencana.
“Kita tidak ingin inovasi ini berhenti. Kita bangun pola dasarnya, kita standarkan, lalu kita kembangkan untuk berbagai kebutuhan. Ini bisa menjadi solusi lintas sektor,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sekda juga mengajak masyarakat dan sektor swasta untuk turut berperan aktif dalam membangun budaya kesiapsiagaan bencana. Ia menilai kolaborasi menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai risiko bencana ke depan.
Pertemuan ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa inovasi daerah yang dikelola dengan baik mampu menembus batas dan mendapat pengakuan global.
Program “Top Ranger” kini tidak hanya menjadi kebanggaan Kota Kupang, tetapi juga berpotensi menjadi model kesiapsiagaan bencana yang menginspirasi daerah lain di Indonesia hingga dunia. ***







