Suarantt.id, Kupang-Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Nusa Tenggara Timur, Ketut Akbar Herry Achjar, secara resmi membuka kegiatan pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas IIB Kupang pada Rabu, 23 Juli 2025.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara LPP Kupang dengan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi NTT, Rumah Produksi Tenun Ina Ndao, serta Lembaga Kursus dan Pelatihan Vania Salon. Program ini dirancang sebagai bagian dari pembinaan komprehensif untuk membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat pasca-pembebasan.
Dalam sambutannya, Kakanwil Ketut Akbar menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh mitra yang telah mendukung penyelenggaraan pelatihan ini. Ia menekankan bahwa program pelatihan keterampilan merupakan bagian integral dari proses pembinaan di dalam lembaga pemasyarakatan.
“Program seperti ini sangat penting untuk pembinaan yang berkelanjutan. Kita ingin para warga binaan tidak hanya sekadar menjalani masa pidana, tapi juga dipersiapkan untuk hidup mandiri dan produktif setelah keluar nanti,” tegasnya.
Ketut Akbar juga mendorong seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di NTT untuk mengembangkan produk unggulan masing-masing, sesuai dengan semangat One Prison One Product.
“Kita perlu adanya produk unggulan di setiap UPT. Ini penting agar para warga binaan bisa fokus mengembangkan potensi dan keahlian tertentu yang khas dan bernilai jual,” ungkapnya.
Kepada para warga binaan peserta pelatihan, Kakanwil memberikan motivasi agar mereka mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh.
“Kalian harus semangat dan jangan merasa sendiri. Ada petugas yang mendampingi kalian, ada lembaga pelatihan yang membantu. Gunakan kesempatan ini sebaik mungkin. Kalau fokus dalam pelatihan, hasilnya pasti akan bagus dan berguna,” pesannya.
Turut hadir dalam pembukaan kegiatan ini para Kepala UPT Pemasyarakatan se-Kota Kupang, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap upaya pembinaan dan pemberdayaan warga binaan melalui pelatihan keterampilan.
Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam membekali warga binaan perempuan dengan keterampilan praktis seperti menenun, tata rias, dan keahlian kerja lainnya, yang dapat membuka peluang usaha mandiri di masa depan. ***





