Suarantt.id, Kupang-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Brigjen Pol (Purn) Johni Asadoma, menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap meningkatnya jumlah penderita HIV/AIDS di Kota Kupang, khususnya di kalangan pelajar. Hal tersebut disampaikan dalam Apel Kesadaran yang digelar pemerintah provinsi, di mana Wagub menegaskan bahwa situasi ini merupakan ancaman serius bagi masa depan generasi muda NTT.
Dalam arahannya, Johni Asadoma mengungkapkan bahwa fenomena ini juga sempat disoroti oleh Akademisi dan Guru Besar Universitas Indonesia, Prof. Rhenald Kasali, dalam sebuah vlog yang menyoroti peningkatan kasus HIV/AIDS di kalangan pelajar di Kupang. Sorotan tersebut, kata Johni, menjadi alarm bagi pemerintah dan masyarakat untuk mengambil tindakan cepat dan terukur.
“Baru-baru ini, ada salah satu Akademisi di Universitas Indonesia, Prof. Rhenald Kasali, yang dalam vlognya beliau prihatin terhadap jumlah penderita HIV/AIDS di Kupang yang meningkat, khususnya di kalangan pelajar. Ini menjadi perhatian serius bagi kita semua akan bahaya penyakit ini,” ujarnya dalam apel kesadaran pada Senin, 17 November 2025.
Wagub menekankan pentingnya edukasi sejak dini, terutama dari lingkungan keluarga. Ia meminta para orang tua untuk turut menjadi “Juru Kampanye” (Jurkam) pencegahan HIV/AIDS dengan memberikan pendidikan seks yang tepat kepada anak-anak.
“Penyakit HIV/AIDS sekarang meningkat bukan dari para Pekerja Seks Komersial (PSK), tapi justru di kalangan pelajar. Ini menunjukkan bahwa anak-anak ini punya pemahaman yang kurang terkait bahaya penyakit ini. Wajib bagi kita jadi Jurkam HIV/AIDS di lingkungan kita masing-masing, agar kita bisa meminimalisir dan menjaga generasi penerus kita,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, Wagub Johni menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk segera menerbitkan regulasi berupa surat edaran atau instruksi khusus yang dapat memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS. Ia menekankan bahwa kebijakan tersebut harus mampu menekan laju penyebaran penyakit di lingkungan pelajar maupun masyarakat luas.
“Jajaran Perangkat Daerah terkait untuk segera terbitkan regulasi, supaya kita bisa cegah agar tidak meningkat lagi. Karena penyakit ini menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi emas kita,” jelasnya.
Wagub juga menyoroti risiko diskriminasi yang sering dialami siswa yang terjangkit HIV/AIDS, yang menurutnya dapat menghambat masa depan mereka serta merugikan daerah. Ia kembali mengingatkan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat untuk saling menjaga dan melindungi generasi muda dari pergaulan bebas dan risiko penyebaran penyakit.
Dengan instruksi tegas dari Wagub, Pemerintah Provinsi NTT kini didorong untuk mengambil langkah cepat dan efektif guna memastikan penyebaran HIV/AIDS tidak semakin meluas, terutama di kalangan pelajar yang menjadi aset penting bagi masa depan daerah. ***





