Suarantt.id, Kupang-Pengurus Provinsi Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Nusa Tenggara Timur (NTT) akan menggelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) Atletik 2025 pada 21–23 Agustus mendatang di Stadion Oepoi, Kota Kupang. Event ini dirancang sebagai kompetisi bergengsi dan kompetitif, dengan harapan mampu mencetak atlet-atlet potensial dari seluruh kabupaten/kota di NTT.
Ketua Umum PASI NTT, Theodorus Widodo, menegaskan bahwa Kejurda tahun ini bukan sekadar ajang lomba, tetapi menjadi pintu pembinaan jangka panjang bagi atlet berprestasi. “Hadiah yang akan diberikan bukan hanya berupa bonus uang tunai dalam jumlah besar, tapi juga fasilitas pendidikan di SKO Flobamora. Para juara bahkan akan mendapat kesempatan ikut seleksi PPLP, PPLM, dan PPLD secara gratis dan memperoleh uang saku,” jelas Theodorus kepada wartawan di GOR Oepoi Kota Kupang pada Rabu, 30 Juli 2025.
Ia berharap, setiap daerah dapat mengirimkan atlet-atlet terbaiknya. “Ini peluang bagi anak-anak daerah yang memiliki bakat besar. Mereka bisa membangun masa depannya lewat olahraga,” tambahnya.
Ketua Harian PASI NTT, Dr. Frans Sales, menambahkan bahwa hingga saat ini sudah ada delapan kabupaten yang menyatakan siap berpartisipasi, yakni Sumba Barat Daya, Sumba Tengah, Sumba Timur, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Sabu Raijua, Rote Ndao, dan Manggarai Barat. Selain itu, ada informasi kesiapan dari Belu, TTS, Malaka, dan Manggarai Timur.
“Harus ada seleksi ketat di tingkat kabupaten/kota. Ini olahraga terukur, jadi yang dikirim harus yang lolos seleksi. Kami sudah tetapkan petunjuk teknis (juknis), termasuk nomor-nomor lomba dan kategori usia,” jelas Frans.
Dalam juknis tersebut, nomor yang akan dilombakan mencakup lari sprint, menengah, jarak jauh, jalan cepat, dan nomor lapangan (field). Kompetisi akan terbagi dalam kelompok usia 14–15 tahun (U-16), 16–17 tahun (U-18), 18–19 tahun (U-20), dan senior (hingga 35 tahun). Sementara kelompok usia 12–13 tahun (U-14) tidak dilombakan dalam Kejurda ini karena mereka akan mengikuti Popda sebagai bagian dari seleksi menuju Popnas 2025 di Solo.
Frans menekankan pentingnya kompetisi dalam sistem pembinaan atlet. “Tanpa kompetisi, pembinaan tidak akan bermakna. Kejurda ini jadi bahan evaluasi penting bagi pelatih, pengurus, dan atlet. Kita ingin turnamen ini kompetitif dan berkualitas,” ungkapnya.
PASI NTT juga menargetkan agar Kejurda 2025 bisa menjadi magnet penonton seperti event ETMC, dengan memanfaatkan Stadion Oepoi yang kini dinilai sangat representatif. “Kita ingin stadion ini dipadati penonton untuk mendukung atlet-atlet muda daerah,” ujar Theodorus Widodo.
Dr. Frans juga memastikan bahwa peserta wajib menyertakan bukti seleksi di daerah masing-masing, baik berupa dokumentasi foto maupun administrasi lainnya. “Ini jadi syarat dasar untuk memastikan atlet yang ikut memang hasil seleksi,” tegasnya.
Selain itu, Kejurda ini juga menjadi ajang pemantauan langsung oleh PASI NTT terhadap atlet berbakat yang akan direkomendasikan masuk PPLP/PPLM dan untuk mengikuti Popnas 2025.
“Bagi kabupaten/kota yang mengalami kendala, kami terbuka untuk mencari solusi bersama. Mari kita sukseskan Kejurda Atletik 2025 ini demi kemajuan atletik NTT,” pungkas Dr. Frans Sales. ***





