Kolaborasi Pemprov NTT, BGN dan Krakatau Steel Dorong Terwujudnya Dapur Gizi Mandiri di Daerah 3T

oleh -369 Dilihat
Gubernur NTT Rapat Koordinasi dengan BGN dan PT. Krakatau Steel secara Daring. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, memimpin rapat koordinasi strategis secara daring bersama Badan Gizi Nasional (BGN) dan PT Krakatau Steel (Persero) untuk mempercepat pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh wilayah NTT.

Rapat yang digelar melalui Zoom Meeting pada Rabu (22/10/2025) ini dihadiri oleh Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, Direktur Utama PT Krakatau Steel Akbar Djohan, serta para bupati, wakil bupati, dan perwakilan pemerintah daerah se-NTT.

Dalam arahannya, Kepala BGN Dadan Hindayana menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menentukan lokasi strategis pembangunan SPPG serta penanggung jawab pelaksanaannya.

“Kami berkomitmen menggandeng seluruh tokoh masyarakat, pemuda desa, dan yayasan. Jika belum ada yayasan, kami akan membentuknya dan memberikan management fee sebagai insentif dalam pengelolaan penyediaan makanan bergizi gratis,” ujar Dadan.

Sementara itu, Direktur Utama PT Krakatau Steel, Akbar Djohan, menyampaikan dukungan penuh terhadap pengembangan dapur SPPG di NTT.

“Sebagai produsen, kami akan memastikan seluruh produk memenuhi standar kualitas agar dapur-dapur mandiri di daerah 3T dapat beroperasi secara optimal dan percepatan distribusinya terwujud,” jelas Akbar.

Dalam sesi tanggapan, para kepala daerah menyampaikan perkembangan program gizi di wilayah masing-masing.
Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, melaporkan bahwa pihaknya telah mengoperasikan delapan dapur mandiri sejak Agustus lalu. Dari 67 titik yang ditetapkan, terdapat usulan penambahan menjadi 72 titik, dan sekitar 45 titik sudah mendapat dukungan investor lokal.

“Kami berharap penetapan titik tambahan dapat segera dilakukan agar pertumbuhan ekonomi daerah juga terdorong,” kata Bupati Juventus.

Dari Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Wakil Bupati Johny Konay menyampaikan bahwa telah direncanakan pembangunan 127 dapur SPPG, dengan melibatkan aktif para orang tua murid dan guru untuk menjaga keberlanjutan program.

BACA JUGA:  Gubernur dan Wagub NTT Dukung Misi Dagang Jatim-NTT: Sinergi Perkuat Rantai Ekonomi Timur-Barat Indonesia

Sementara itu, Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo, melaporkan bahwa satu lokasi SPPG di daerah 3T sudah dalam tahap pembangunan, sementara 65 lokasi lainnya masih menunggu realisasi.

Gubernur Melki Laka Lena dalam arahannya menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program gizi ini.

“Saya berharap setiap daerah segera menentukan titik lokasi pembangunan SPPG 3T di wilayahnya masing-masing guna mempercepat pelaksanaan program secara menyeluruh,” tegasnya.

Menutup rapat, Kepala BGN Dadan Hindayana kembali menegaskan bahwa tujuan utama program ini adalah melayani masyarakat, terutama ibu hamil dan anak balita, agar generasi mendatang memiliki kualitas gizi yang lebih baik.

“Selama ada ibu hamil dan anak balita, wajib ada satu SPPG yang aktif beroperasi,” pungkasnya.

Pemerintah Provinsi NTT bersama BGN dan PT Krakatau Steel akan terus melakukan pendampingan, monitoring, dan koordinasi intensif agar pembangunan dapur gizi mandiri di seluruh daerah 3T dapat terealisasi tepat waktu dan berkelanjutan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.