Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, tampil sebagai Keynote Speaker dalam Seminar Aspek Klinis dan Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) yang digelar atas kerja sama Dinas Kesehatan Provinsi NTT dan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM), didukung oleh PT. Takeda Indonesia. Kegiatan ini berlangsung di Aston Kupang Hotel & Convention Center, Senin (4/8/2025).
Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa DBD merupakan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat di NTT. “Seluruh kabupaten/kota di NTT tergolong endemik dengue, dengan peningkatan kasus dan angka kematian hampir setiap tahun,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya upaya pencegahan dan pengendalian DBD yang masif dan kolaboratif, melibatkan lintas sektor dan seluruh elemen masyarakat. “Kalau kita semua sigap, DBD bisa dicegah. Tapi kalau lalai, maka akan terus menjadi momok bagi masyarakat kita,” katanya.
Lebih lanjut, Gubernur Melki menyampaikan apresiasi kepada PT. Takeda Indonesia atas dukungan terhadap upaya peningkatan pemahaman tenaga medis terkait gejala klinis DBD, tata laksana kasus, surveilans, vaksinasi dengue, teknologi Wolbachia, hingga manajemen vektor yang aman dan berkelanjutan.
“Saya harap seminar ini menghasilkan policy brief dan rekomendasi kebijakan yang konkret, menjadi rujukan bagi peningkatan layanan kesehatan dan pengurangan angka kematian akibat DBD di NTT,” tegasnya. Ia juga mengajak seluruh elemen untuk bersatu dalam gerakan bersama: “Mari Perangi DBD, Ayo Bangun NTT!”
Sementara itu, Ketua Panitia, Agustin Manafe, menjelaskan bahwa seminar ini merupakan tindak lanjut dari riset lapangan yang dilakukan di empat lokasi di Kota Kupang: RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang, RS Siloam Kupang, RS S.K. Lerik, dan Puskesmas Sikumana.
“Tujuan utama seminar ini adalah untuk meningkatkan kapasitas para klinisi dan tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam pencegahan DBD,” jelas Agustin.
Seminar menghadirkan narasumber dari berbagai lembaga, di antaranya:
- Prof. Dr. Jarir At Thobari (FK-KMK UGM)
- dr. Catharina P.S. Keraf dan dr. Regina Maya Manubulu (RSUD W.Z. Johannes Kupang)
- Ir. Erlina Salmun (Dinkes Provinsi NTT)
- dr. Maria I. Husni (Dinkes Kota Kupang)
Kegiatan ini dipandu oleh dr. Hendriette Irene Mamo dan dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Direktur RSUD W.Z. Johannes Kupang, para dokter, tenaga kesehatan, serta pengelola program DBD dari kabupaten/kota se-NTT baik secara luring maupun daring.
Seminar ini menjadi momentum penting dalam memperkuat upaya kolaboratif, terintegrasi, dan berkelanjutan untuk membangun NTT yang sehat dan tangguh menghadapi ancaman penyakit menular seperti DBD. ***







