Menteri Koperasi Jadi Anggota KKMP Manulai II, Setor Simpanan Rp50 Juta

oleh -138 Dilihat
Gubernur dan Wagub NTT Dampingi Menteri Koperasi Ketika Berkunjung ke NTT pada Sabtu, 25 April 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Yuliantono, menunjukkan komitmen nyata dalam penguatan ekonomi kerakyatan dengan menjadi anggota luar biasa Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Manulai II, Kecamatan Alak, Kota Kupang.

Dia turut menyetor simpanan pokok sebesar Rp50 juta sebagai bentuk dukungan langsung terhadap pengembangan koperasi di daerah.

Kedatangan Menteri Ferry Yuliantono bersama rombongan disambut oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, dan Wakil Gubernur Johanis Asadoma di VIP Pemda Bandara El Tari Kupang pada Sabtu (25/4/2026) siang.

Usai penyambutan, rombongan langsung melanjutkan kunjungan ke KKMP Manulai II untuk berdialog dengan masyarakat dan anggota koperasi.

Dalam dialog tersebut, Menteri Ferry menegaskan bahwa koperasi merupakan instrumen penting untuk memperkuat kelompok masyarakat kecil.

Menurutnya, ketika masyarakat yang lemah bersatu dalam wadah koperasi, maka akan lahir kekuatan ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan bersama.

“Koperasi adalah alat bagi mereka yang lemah. Kalau yang lemah berkumpul, menjadi kekuatan. Saya yakin dalam satu tahun koperasi ini akan berubah,” tegas Ferry.

Ia menjelaskan, program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan bagian dari program strategis nasional yang bertujuan mentransformasi masyarakat dari sekadar penerima manfaat menjadi pelaku usaha mandiri.

Koperasi, lanjutnya, harus menjadi pusat aktivitas ekonomi dengan mengutamakan produk lokal.
“Koperasi harus menjual kebutuhan pokok sekaligus menyerap hasil pertanian, peternakan, perikanan, dan UMKM. Produk lokal harus menjadi prioritas,” ujarnya.

Ke depan, pemerintah juga akan memperkuat koperasi dengan berbagai fasilitas penunjang, seperti gudang penyimpanan, alat pengering hasil panen, cold storage untuk hortikultura, layanan kesehatan sederhana, hingga lembaga keuangan mikro.

Ferry menekankan bahwa koperasi harus bergerak secara terintegrasi dari sektor produksi, distribusi, industri, hingga pembiayaan, sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945.

BACA JUGA:  Hadapi Masalah Hukum, Dua Direksi Jamkrida NTT Diberhentikan dan Dikocok Ulang

Sementara itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa koperasi merupakan instrumen utama dalam mewujudkan keadilan sosial dan ekonomi. Ia mengingatkan bahwa prinsip ekonomi gotong royong harus benar-benar diwujudkan dalam praktik.

“Kita ini secara politik sudah satu orang satu suara, tetapi dalam ekonomi belum sepenuhnya berjalan sesuai konstitusi. Ekonomi itu usaha bersama, bukan usaha segelintir orang. Keuntungan harus dinikmati bersama,” tegasnya.

Gubernur Melki juga mendorong masyarakat untuk memperkuat ekosistem koperasi melalui transaksi internal dan kolaborasi lintas sektor. Ia menekankan pentingnya transformasi koperasi dari sekadar simpan pinjam menjadi pelaku usaha di sektor produksi hingga hilirisasi.

“Selama koperasi ada, kita harus beli dari koperasi. Kita tidak bisa lagi berjalan sendiri. Harus saling topang dan saling mendukung,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, salah satu warga Manulai II, Lili Mariani Bale, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menteri Koperasi. Ia berharap koperasi dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta membantu mengatasi kendala pemasaran produk lokal.

Ketua Pengurus KKMP Manulai II, Roby Dami, menjelaskan bahwa koperasi tersebut berdiri pada 31 Mei 2025 dengan jumlah awal 20 anggota. Seiring waktu, koperasi mendapat pendampingan dari KSP TLM Indonesia dan berhasil mengembangkan usaha.

“Saat ini kami sudah memiliki gerai sembako dengan produk-produk lokal NTT seperti air mineral, kopi, dan beras. Omzet kami sudah mencapai lebih dari Rp47 juta dan terus menunjukkan tren peningkatan. Keanggotaan juga terus bertambah,” jelasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur KSP TLM Indonesia, Kepala Dinas Koperasi Provinsi NTT, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT Linus Lusi, Staf Ahli Gubernur Lerry Rupidara, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait lainnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.