Menuju Hackathon 2026, BI NTT Dampingi Inovator Lokal Kembangkan Prototype Digital

oleh -341 Dilihat
Kantor Perwakilan BI NTT Fasilitasi dan Dampingi para Inovator Lokal Persiapkan Diri Menuju Ajang PIDI-DIGDAYA x Hackathon 2026. (Foto Humas Perwakilan BI NTT)

Suarantt.id, Kupang-Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (KPwBI NTT) terus mendorong lahirnya inovasi digital dari daerah dengan mendampingi para inovator lokal dalam mempersiapkan diri menuju ajang PIDI-DIGDAYA x Hackathon 2026.

Kegiatan pendampingan ini dilaksanakan di Hotel Sotis, Kota Kupang, pada 26 Maret 2026, sebagai bagian dari program Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI)-DIGDAYA x Hackathon 2026 yang merupakan kolaborasi antara Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta berbagai mitra strategis.

Kepala KPwBI Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperluas peluang inovasi digital di NTT sekaligus mempersiapkan peserta agar mampu menghasilkan prototype digital yang solutif dan berdaya saing.

“Program ini berfokus pada pencarian inovator yang memiliki growth mentality, semangat belajar, serta komitmen dalam menghadirkan solusi digital untuk menjawab tantangan prioritas nasional, meningkatkan layanan publik, serta mendorong inklusi dan produktivitas ekonomi,” jelasnya.

Kegiatan ini diikuti oleh berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah seperti BPAD Provinsi NTT, Bapenda Kota Kupang, dan BKAD Kota Kupang, hingga kalangan akademisi, mahasiswa, serta pelaku industri kreatif di NTT.

Pendampingan difokuskan pada penguatan kapasitas peserta dalam merumuskan model bisnis inovasi digital agar ide yang dihasilkan tidak hanya kreatif, tetapi juga aplikatif dan berkelanjutan. Kegiatan dibuka oleh Kepala Unit Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran KPwBI NTT, Teguh Ersada Natail Sitepu.

Selanjutnya, peserta mendapatkan materi Business Model Canvas dari narasumber Fakultas Teknologi Rekayasa Universitas Katolik Parahyangan Bandung, yakni Prof. Dr. Bagus M. Arthaya dan Dr. Rian Pratikto, MT. Materi ini memberikan pemahaman komprehensif terkait penyusunan model bisnis inovasi digital yang terstruktur.

Tidak hanya itu, peserta juga memperoleh pendampingan intensif dalam merumuskan ide inovasi digital yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik wilayah NTT. Beberapa ide yang berkembang di antaranya inovasi untuk mendorong pembayaran pajak dan retribusi, peningkatan transaksi non-tunai melalui QRIS, serta pengembangan UMKM berbasis digital.

BACA JUGA:  BPJN NTT Fokus pada Konservasi Jalan Nasional dan Pembangunan Jembatan Baru

Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus berperan sebagai fasilitator dalam pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan digital di daerah. Hal ini dilakukan melalui penguatan kapasitas, fasilitasi inovasi, serta kolaborasi lintas sektor.

KPwBI NTT juga akan terus melakukan pendampingan dan monitoring kepada calon peserta hingga tahap pengumpulan proposal. Adapun batas waktu pengumpulan proposal PIDI-DIGDAYA x Hackathon 2026 telah diperpanjang hingga 5 April 2026.

Melalui inisiatif ini, diharapkan lahir inovasi digital dari NTT yang mampu mendorong inklusi keuangan, meningkatkan efisiensi transaksi, serta memperkuat daya saing ekonomi daerah di tingkat nasional. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.