Menyulam Harapan di Desa Panite, Gubernur Melki Laka Lena Hadiri Panen Simbolis Jagung Tematik

oleh -443 Dilihat
Gubernur NTT Didampingi Bupati TTS Panen Jagung Tematik secara Simbolis. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, So’E-Hari menjelang sore saat iring-iringan kendaraan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena bersama rombongan tiba di Desa Panite, Kecamatan Kot’olin, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Sabtu (30/8/2025). Perjalanan sepanjang 165 km dari Kota Kupang ditempuh kurang lebih empat jam melalui jalur selatan melewati Kolbano.

Kedatangan Gubernur Melki kali ini untuk menghadiri acara Panen Simbolis Hasil Pertanian Jagung Tematik Desa yang digagas oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tafena Kuan. Panen perdana ini dilakukan di kebun jagung seluas empat hektare yang dikelola BUMDes, sebagai upaya awal meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat Panite.

“Panen simbolis ini bukan sekadar seremoni, tetapi memiliki makna strategis. Jagung bukan hanya pangan dan komoditas ekonomi, melainkan identitas budaya yang sangat penting bagi masyarakat Timor,” ujar Gubernur Melki dalam sambutannya.

Ia mengapresiasi kerja produktif BUMDes Tafena Kuan dalam mengoptimalkan potensi lokal. Menurutnya, BUMDes harus menjadi motor penggerak pembangunan desa yang mampu mengelola sumber daya secara kreatif dan berkelanjutan.

Inhard Kase, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Kot’olin, menjelaskan bahwa hasil panen perdana di musim panas cukup menjanjikan. “Dari ubinan, perkiraan hasilnya bisa mencapai 3,2 ton per hektare,” katanya.

Acara panen tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT Yohanes Oktavianus, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Nikson Balukh, Kepala Dinas PMD NTT Viktor Manek, Bupati TTS Eduard Markus Lioe, Camat Kot’olin, serta 25 kepala desa dari kecamatan setempat.

Dialog dengan Warga Panite

Usai panen, Gubernur Melki bersama rombongan melanjutkan kunjungan ke halaman Kantor Desa Panite. Masyarakat setempat menyambut dengan penuh antusias melalui Natoni (sapaan adat) serta pengenaan busana adat khas Panite kepada Gubernur.

Meski malam menjelang, halaman kantor desa tetap dipadati masyarakat dari berbagai kampung. Maria Talaen, warga Dusun B, mengungkapkan kebanggaannya atas kunjungan Gubernur. “Bapa Melki sudah sering datang ke sini, jauh sebelum jadi Gubernur,” katanya.

Dalam dialog bersama masyarakat, Gubernur menegaskan pentingnya kerja keras warga Panite yang berhasil membuktikan jagung bisa ditanam di musim panas meskipun kondisi tanah berbatu dan minim air. “Kalau musim panas saja bisa panen, musim hujan harus lebih banyak lagi,” tegasnya.

Selain sektor pertanian, Gubernur juga menyinggung pentingnya mempersiapkan generasi muda untuk bersaing di dunia pendidikan. Ia mendorong anak-anak SMP di TTS untuk memanfaatkan keberadaan Sekolah Unggulan Garuda yang berpusat di daerah ini. “Jangan sampai kita hanya jadi penonton. Anak-anak TTS harus dipersiapkan baik agar lolos tes yang sangat ketat,” ujarnya.

Dukungan Pemerintah dan Warga

Bupati TTS Eduard Markus Lioe menyampaikan terima kasih atas perhatian Gubernur terhadap masyarakat di wilayahnya. Kepala Desa Panite, Jimi Benu, juga mengapresiasi kunjungan tersebut. “Dengan dukungan dari pemerintah provinsi, kami yakin Desa Panite bisa semakin berkembang ke depan,” ucapnya.

Gubernur Melki menutup kunjungan dengan pesan agar masyarakat terus menjaga semangat kerja keras dan kebersamaan demi membangun desa. “Menyulam harapan untuk Panite berarti bekerja bersama, dari jagung hingga pendidikan, demi masa depan yang lebih baik,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.