Gubernur Melki Ajak Warga NTT Jaga Perdamaian Lewat Deklarasi Damai dan Doa Bersama

oleh -5183 Dilihat
Suasana Doa Bersama di Halaman Kantor Gubernur NTT pada Minggu, 31 Agustus 2025 Malam. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Suasana damai dan kebersamaan mewarnai acara Deklarasi Damai dan Doa Bersama Untuk Negeri yang digelar di Halaman Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT, Minggu (31/8/2025) malam.

Dalam kesempatan itu, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa NTT sebagai provinsi di ujung selatan NKRI ingin mengirim pesan kuat kepada bangsa bahwa kekerasan harus dihentikan.

“Sebagai provinsi di bagian paling selatan di NKRI ini, kita ingin memberi pesan kepada semua teman-teman, cukup sudah kekerasan di negeri ini. Kita mesti jaga agar suasana kedamaian ini tetap kita jaga dengan baik. Semua itu bisa terjadi kalau kita bergandengan tangan, tanpa kecuali,” tegas Melki.

Menurutnya, kegiatan doa bersama ini digelar secara spontan sebagai respons atas situasi nasional yang sedang tidak kondusif. Ia menekankan bahwa NTT tetap menjadi rumah bersama yang aman dan damai bagi semua orang.

“NTT tetap damai, NTT tetap daerah yang nyaman untuk kita tinggal dan bekerja dengan baik,” ujarnya.

Aspirasi Rakyat Akan Ditampung Lewat Dialog

Melki juga mengajak seluruh masyarakat NTT untuk menjaga kondusifitas daerah, tidak mudah terprovokasi, serta menyampaikan aspirasi dengan cara-cara damai.

“Demonstrasi boleh, kritik boleh asalkan dilakukan dengan cara-cara damai, tanpa anarkis. Kami akan siap bertemu dan berdialog. Apapun aspirasi yang ingin disampaikan, silakan disampaikan dengan baik,” katanya.

Ia mengingatkan masyarakat agar segera melapor kepada pihak berwajib apabila menemukan oknum yang berniat membuat kerusuhan.

“Kalau ada demo kita pasti akan terima dengan baik. Tapi kalau perusuh, kita tindak. Tidak ada tempat untuk perusuh di NTT,” tegasnya.

Doa Lintas Agama dan Deklarasi Damai

Acara doa bersama dipimpin oleh para tokoh agama dari lintas kepercayaan, yakni:

  • Perwakilan Keuskupan Agung Kupang (Romo Faris Paut),
  • Ketua MUI NTT (Muhammad S. Wongso),
  • Ketua Permabudhi NTT (Indra Effendy),
  • Ketua PHDI NTT (Wayan Darmawan), dan
  • Perwakilan Sinode GMIT (Pdt. Zimrat Karmany).
BACA JUGA:  Gubernur Melki Tekankan Strategi Pembangunan Daerah dalam Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-29

Setelah doa bersama, Ketua DPRD NTT Emilia J. Nomleni memimpin pembacaan Deklarasi Damai yang diikuti seluruh peserta. Isi deklarasi antara lain menegaskan komitmen untuk menjaga persatuan, menyelesaikan perbedaan dengan musyawarah tanpa kekerasan, menolak segala bentuk provokasi dan ujaran kebencian, menjunjung toleransi, serta mendukung terciptanya suasana aman dan harmonis demi kesejahteraan bersama.

Hadir Para Pejabat dan Tokoh Daerah

Turut hadir dalam acara ini Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Sekda NTT Kosmas D. Lana, jajaran Forkopimda NTT, pimpinan perangkat daerah, tokoh agama, pimpinan organisasi Cipayung (PMKRI, GMKI, GMNI, HMI, dan PMI), para ASN lingkup Pemprov NTT, serta insan pers.

Acara ditutup dengan seruan bersama untuk menjadikan NTT sebagai teladan perdamaian di Indonesia. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.