NTT Disebut Laboratorium Terbaik Pengembangan Koperasi di Indonesia

oleh -86 Dilihat
Menteri Koperasi Didampingi Gubernur NTT Hadiri Penutupan Rapat Anggota Tahunan (RAT) XV KSP TLM Indonesia Tahun Buku 2025 pada Sabtu, 25 April 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa NTT merupakan laboratorium terbaik bagi pengembangan ekonomi koperasi di Indonesia.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Penutupan Rapat Anggota Tahunan (RAT) XV KSP TLM Indonesia Tahun Buku 2025 di kawasan Jalan Palapa, Kota Kupang, Sabtu (25/04/2026) malam.

Menurut Gubernur Melki Laka Lena, di NTT koperasi bukan sekadar pilihan alternatif, melainkan telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Bahkan, di banyak wilayah, koperasi hadir lebih dulu dibandingkan layanan perbankan.

“NTT adalah laboratorium terbaik bagi pengembangan ekonomi koperasi di Indonesia. Di sini koperasi menjadi instrumen paling relevan untuk menggerakkan ekonomi rakyat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa RAT bukan hanya kewajiban organisasi, tetapi merupakan jantung kehidupan koperasi. Forum tersebut menjadi ruang penting untuk menegakkan akuntabilitas, memperkuat kepercayaan, serta menentukan arah dan masa depan koperasi secara bersama.

Gubernur juga mengapresiasi KSP TLM Indonesia yang dinilai mampu tumbuh besar tanpa kehilangan jati diri sebagai gerakan ekonomi rakyat. Menurutnya, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai gerakan sosial yang berpihak pada masyarakat kecil.

“Melalui berbagai program CSR, koperasi ini telah menjangkau banyak sektor, mulai dari pendidikan, kerohanian, pertanian hingga pembangunan sarana prasarana dan kegiatan sosial di berbagai wilayah,” jelasnya.

Meski demikian, Gubernur Melki mengingatkan sejumlah tantangan yang masih dihadapi sektor koperasi. Di antaranya kesenjangan kualitas koperasi, keterbatasan akses pembiayaan, kapasitas sumber daya manusia, serta tuntutan adaptasi terhadap digitalisasi.

Namun, ia optimistis peluang pengembangan koperasi di NTT masih sangat besar. Modal sosial berupa gotong royong, solidaritas, dan kepercayaan masyarakat dinilai menjadi fondasi kuat untuk mendorong pertumbuhan koperasi sebagai ujung tombak inklusi keuangan.

BACA JUGA:  NTT Luncurkan 44 Produk Unggulan OVOP melalui Gerakan Ekonomi Berbasis Potensi Lokal

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa penguatan koperasi merupakan bagian dari agenda besar nasional.

“Malam ini Bung Hatta tersenyum melihat kita semua. Ini membuktikan bahwa cita-cita para pendiri republik masih terus hidup dan dilanjutkan,” ujarnya.

Dia juga mengapresiasi capaian KSP TLM Indonesia yang terus menunjukkan pertumbuhan positif dengan aset mencapai Rp1,2 triliun. Menurutnya, koperasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi koperasi lain di NTT maupun secara nasional.

Pemerintah, lanjutnya, tengah menjalankan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dengan target 83 ribu unit di seluruh Indonesia. Koperasi tersebut diharapkan menjadi penyalur kebutuhan pokok, penyerap hasil produksi masyarakat, serta instrumen distribusi program pemerintah.

Sementara itu, Manajer Utama KSP TLM Indonesia, Zesly N.W. Pah, melaporkan bahwa sepanjang Tahun Buku 2025, koperasi mencatat penyaluran kredit mencapai Rp1,9 triliun kepada sekitar 293 ribu anggota.

“Aset kami saat ini mencapai Rp1,2 triliun dan ditargetkan meningkat menjadi Rp1,4 triliun,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan, selama 16 tahun beroperasi, KSP TLM fokus pada pemberdayaan ekonomi perempuan pelaku usaha mikro yang kini menjadi mayoritas anggota.

Rangkaian kegiatan RAT juga diisi dengan berbagai agenda seperti workshop Koperasi Merah Putih, pendampingan koperasi binaan, pelatihan pengelolaan keuangan, serta festival kuliner yang melibatkan sekitar 100 pelaku industri kecil menengah (IKM).

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda Provinsi NTT, pejabat lingkup Pemprov NTT dan Kota Kupang, pimpinan perbankan dan lembaga jasa keuangan, tokoh agama, serta pengurus dan anggota KSP TLM Indonesia. Acara penutupan semakin meriah dengan konser musik yang diikuti masyarakat. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.