NTT Dorong Inovasi Pelayanan Publik, Kompetisi Terintegrasi IGA 2025 Resmi Dimulai

oleh -928 Dilihat
Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi NTT, Djoese S.M. Nai Buti Pose Bersama Tim Juri dan Peserta Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Berdasarkan Kategori dan Terintegrasi dengan Innovative Government Award (IGA) Provinsi NTT Tahun 2025. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur, Djoese S.M. Nai Buti, mewakili Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, secara resmi membuka Kegiatan Presentasi dan Wawancara Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Berdasarkan Kategori dan Terintegrasi dengan Innovative Government Award (IGA) Provinsi NTT Tahun 2025 pada Selasa, 9 Desember 2025.

Kegiatan ini menjadi salah satu agenda penting Pemerintah Provinsi NTT dalam mendorong percepatan transformasi pelayanan publik melalui penguatan ekosistem inovasi di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Inovasi sebagai Pilar Transformasi Pelayanan Publik

Dalam sambutan yang dibacakan Djoese S.M. Nai Buti, Gubernur menegaskan bahwa perubahan dunia pemerintahan saat ini bergerak sangat cepat. Masyarakat menuntut pelayanan yang lebih cepat, mudah diakses, dan semakin transparan. Kondisi geografis NTT yang menantang, keterbatasan sumber daya, dan dinamika sosial yang beragam membuat inovasi menjadi kebutuhan mendesak.

“Inovasi bukan sekadar ide kreatif, tetapi pilar transformasi pelayanan publik. Inovasi lahir dari keberanian untuk mencoba dan mengubah cara lama menuju cara baru yang lebih baik,” ujarnya.

Gubernur melalui sambutannya juga memuji berbagai inovasi yang lahir dari kesulitan lapangan. Menurutnya, banyak inovasi dari perangkat daerah justru muncul karena dorongan untuk menjawab persoalan nyata masyarakat.

Terintegrasi dengan IGA, Dorong Standar Nasional Inovasi NTT

Kompetisi inovasi tahun ini dirancang berdasarkan kategorisasi tertentu untuk mempermudah penilaian, pemetaan sektor prioritas, sekaligus memberi arah pengembangan inovasi di masa depan.
Inovasi yang masuk Top 10 dan Top 20 akan memasuki masa inkubasi menuju Innovative Government Award (IGA) tingkat nasional yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri.

Integrasi ini dinilai memberi nilai tambah besar karena:memenuhi standar nasional penilaian inovasi, meningkatkan Indeks Inovasi Daerah, serta mengangkat citra NTT sebagai daerah yang progresif dan adaptif.

BACA JUGA:  IWASMA NTT Gelar Syukuran HUT Kapitan Pattimura ke-208 di Alun-alun Kota Kupang

Tahapan Presentasi sebagai Validasi Dampak Inovasi

Tahapan presentasi dan wawancara menjadi proses penting untuk memvalidasi dampak inovasi. Tim juri diberi kesempatan mendalami manfaat inovasi, keberlanjutannya, serta potensi replikasi oleh daerah lain.

Hadirnya pemangku kebijakan kabupaten/kota dan perangkat daerah provinsi menjadi simbol komitmen Pemerintah NTT untuk menjamin keberlanjutan inovasi pelayanan publik.

Penghargaan bagi Para Inovator Daerah

Atas nama Pemerintah Provinsi NTT, Gubernur memberikan apresiasi tinggi kepada peserta kompetisi yang telah menunjukkan dedikasi, keberanian, dan komitmen dalam menghadirkan solusi pelayanan publik.

“Banyak inovasi yang tidak hanya menyentuh birokrasi, tetapi membuka harapan baru bagi masyarakat NTT,” demikian sambutan tersebut.

Menguatkan Ekosistem Inovasi di NTT

Pemerintah Provinsi NTT meyakini bahwa daerah ini memiliki potensi besar menjadi pelopor inovasi di kawasan timur Indonesia. Karena itu, hasil kompetisi ini diharapkan tidak berhenti hanya sebagai konten lomba, tetapi dapat diadopsi dan direplikasi oleh OPD lainnya.

Kegiatan wawancara dan presentasi ini juga menjadi ruang pembelajaran, pertukaran pengalaman, dan penguatan kolaborasi antardaerah dalam peningkatan kualitas pelayanan publik.

Dengan demikian, Kegiatan Wawancara dan Presentasi Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Terintegrasi dengan IGA Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2025 resmi dibuka, menandai langkah konkret menuju pelayanan publik NTT yang lebih inovatif, adaptif, dan berdampak bagi masyarakat.

Untuk diketahui tim juri terdiri dari akademisi dan tokoh masyarakat, seperti Dr. Ahmad Atang (Universitas Muhammadiyah Kupang), Dr. Indri (UNWIRA Kupang), Dr. Lazarus Jehamat (Undana Kupang), Kepala Ombudsman Perwakilan NTT Darius Beda Daton, serta Pemimpin Redaksi Pos Kupang, Dion DB. Putra. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.