O2SN SMA/SMK Tingkat NTT Jadi Ajang Cetak Talenta Muda Menuju PON 2028

oleh -507 Dilihat
Staf Ahli Gubernur NTT Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Ketua Panitia O2SN SMA/SMK Tingkat Provinsi NTT. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SMA/SMK se-Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi dibuka oleh Staf Ahli Bidang Kesejahteraan Rakyat, Adi Mandala, mewakili Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma pada Selasa, 3 Juni 2025 malam.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 3 hingga 5 Juni 2025, dan diikuti oleh 87 siswa perwakilan dari 18 kabupaten/kota.

Ketua Panitia, Ayub Sanam, dalam laporannya menjelaskan bahwa pelaksanaan O2SN mengacu pada Permendikbud Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan dan SK Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT. Ia menegaskan, tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan minat, bakat, dan potensi peserta didik di bidang olahraga, menanamkan nilai sportivitas, disiplin, percaya diri, serta tanggung jawab.

“Selain untuk menjaring atlet pelajar berbakat yang akan mewakili NTT di tingkat nasional, ajang ini juga menjadi sarana awal untuk menyiapkan talenta muda menuju PON XXII tahun 2028, di mana NTT akan menjadi tuan rumah bersama NTB,” ungkap Ayub.

Tahun ini, dua cabang olahraga dipertandingkan, yakni karate dan pencak silat. Ayub menjelaskan bahwa sebelumnya terdapat lima cabang olahraga dalam O2SN nasional, namun karena efisiensi anggaran, hanya dua cabor yang dilombakan secara daring. Dari jenjang SMK diikuti oleh siswa dari enam kabupaten, sementara jenjang SMA diikuti oleh siswa dari 13 kabupaten.

Sementara itu, Adi Mandala dalam sambutannya menyampaikan bahwa O2SN bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembentukan karakter pelajar. “O2SN merupakan wadah strategis dalam membentuk karakter, menanamkan nilai sportivitas, disiplin, kerja keras, dan semangat pantang menyerah,” ujarnya.

Adi juga mengapresiasi pencapaian pelajar NTT pada O2SN 2024 lalu yang berhasil meraih medali emas dari cabang atletik. Ia berharap, dari kegiatan ini akan lahir bibit-bibit unggul yang mampu mengharumkan nama NTT di tingkat nasional maupun internasional.

“Kita bangga menyaksikan putra-putri terbaik dari berbagai daerah berkompetisi. Ini menegaskan pentingnya olahraga sebagai bagian dari pendidikan karakter yang holistik,” katanya.

Lebih lanjut, Adi mengapresiasi para guru, pembimbing, orang tua, dan panitia yang telah mendukung para peserta hingga mencapai tingkat provinsi. Ia menambahkan bahwa para siswa yang ikut serta dalam O2SN merupakan duta-duta terbaik dari daerah masing-masing yang telah melalui proses seleksi ketat.

Mewakili Pemerintah Provinsi NTT, Adi Mandala menegaskan komitmen untuk terus mendukung kegiatan olahraga pelajar. Ia juga menyinggung bahwa dari 22 kabupaten/kota di NTT, hanya 18 yang mengirimkan perwakilan, sementara empat kabupaten lainnya tercatat tidak hadir.

“Mari jadikan O2SN ini sebagai pengalaman berharga dan sumber inspirasi. Bertandinglah dengan semangat juang yang tinggi, tunjukkan kemampuan terbaik, dan jadilah inspirasi bagi teman-teman di sekolah dan daerah asal kalian,” pungkasnya.

Adapun total hadiah yang disediakan pada ajang ini mencapai Rp 61 juta, yang seluruhnya berasal dari anggaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.