Pastikan Objektif dan Transparan, Dinas P dan K NTT Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah

oleh -1271 Dilihat
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Ambrosius Kodo Bersama Tim dari Pemerintah Pusat Pantau Pelaksanaan Calon Kepsek SMA, SMK dan SLB secara Serentak di Delapan Lokasi. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Direktorat Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah (KSPS) melaksanakan Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) jenjang SMA, SMK, dan SLB. Kegiatan ini berlangsung serentak pada Senin (29/12/2025) di delapan titik yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di NTT.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, mengatakan seleksi substansi merupakan tahapan penting dalam menyiapkan calon kepala sekolah yang profesional, berintegritas, dan berkompeten. Proses ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena dan Johni Asadoma, agar seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara objektif, transparan, dan akuntabel.

“Seleksi substansi ini bertujuan memastikan bakal calon kepala sekolah yang terpilih benar-benar memiliki kapasitas kepemimpinan, manajerial, serta pemahaman yang baik tentang dunia pendidikan,” ujar Ambrosius Kodo.

Ia menjelaskan, jumlah peserta yang diundang melalui aplikasi SIM KSPSTK (Sistem Informasi Manajemen Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan) sebanyak 1.102 orang. Namun dari jumlah tersebut, hanya 511 peserta yang melengkapi dan mengunggah dokumen persyaratan, sementara 599 lainnya tidak memenuhi kelengkapan administrasi.

“Sebanyak 511 peserta yang telah lolos verifikasi administrasi kemudian diundang mengikuti seleksi substansi hari ini,” jelasnya.

Seleksi substansi BCKS dilaksanakan di delapan lokasi, yakni SMKN 1 Kupang dengan 119 peserta dari Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Rote Ndao, dan Sabu Raijua; SMKN 2 So’e dengan 35 peserta dari Kabupaten Timor Tengah Selatan; SMKN 1 Atambua dengan 71 peserta dari Kabupaten Timor Tengah Utara, Belu, dan Malaka; serta SMK Kristen 1 Kalabahi dengan 20 peserta dari Kabupaten Alor.
Selanjutnya, SMKN 1 Maumere diikuti 73 peserta dari Kabupaten Sikka, Flores Timur, dan Lembata; SMKN 2 Ende dengan 62 peserta dari Kabupaten Ende, Ngada, dan Nagekeo; SMKN 1 Labuan Bajo dengan 55 peserta dari Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat; serta SMA Swasta St. Alfonsius Tambolaka yang diikuti 77 peserta dari wilayah daratan Sumba.

BACA JUGA:  Program Rumah Layak Huni Jadi Fokus Gubernur NTT Atasi Kemiskinan dan Stunting di Sumba Tengah

Kegiatan seleksi ini turut dihadiri Kasubid PKPP Direktorat KSPSTK serta Dr. Subandi, Widya Prada Ahli Utama dari Direktorat KSPS, untuk memantau dan memastikan proses seleksi berjalan lancar, objektif, dan independen.

Ambrosius Kodo menambahkan, seleksi substansi dilaksanakan di ruang uji kompetensi pada sekolah-sekolah yang memiliki fasilitas komputer dan jaringan memadai. Para peserta diberikan waktu 120 menit untuk mengerjakan 70 soal berbasis komputer.

“Sejauh ini proses seleksi berjalan lancar tanpa kendala,” ungkapnya.

Pasca seleksi, tim dari Direktorat KSPSTK akan melaksanakan sidang pleno untuk menentukan kelulusan dan perankingan peserta. Hasil seleksi selanjutnya diserahkan kepada pimpinan daerah sebagai dasar pengambilan keputusan pengangkatan kepala sekolah.

“Setelah diangkat, mereka wajib mengikuti diklat pelatihan bakal calon kepala sekolah sebagai syarat utama. Tahun 2026 telah dialokasikan anggaran bagi 303 calon kepala sekolah untuk mengikuti pelatihan tersebut,” pungkas Ambrosius Kodo. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.