Pemkot Kupang Bersama Forkopimda Tegaskan Kota Kasih, Tolak Provokasi Isu Pembangunan Masjid Liliba

oleh -472 Dilihat
Wali Kota Didampingi Wawali Kupang Pose Bersama Forkompinda di Rujab Wali Kota Kupang pada Senin, 26 Januari 2026. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Kota Kupang bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Kupang menegaskan komitmen menjaga kerukunan antarumat beragama serta menolak segala bentuk provokasi dan penyebaran informasi hoaks terkait isu pembangunan masjid di Kelurahan Liliba.

Penegasan tersebut disampaikan Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo didampingi Wakil Wali Kota Kupang Serena C. Francis usai pertemuan bersama Forkopimda Kota Kupang yang berlangsung di Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Senin (26/1/26).

Pertemuan tersebut membahas dinamika penolakan warga terhadap rencana pembangunan masjid di Liliba yang telah berakhir secara aman, tertib, dan damai.
Pertemuan dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri Kota Kupang, Kapolresta Kupang Kota, Dandim, serta Ketua Pengadilan Negeri. Dalam forum tersebut ditegaskan bahwa seluruh rangkaian penyampaian aspirasi masyarakat telah selesai tanpa menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban.

“Atas nama Pemerintah Kota Kupang dan Forkopimda, kami menyampaikan terima kasih kepada warga setempat, Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta pengurus yayasan masjid yang telah menyelesaikan persoalan pembangunan masjid ini dengan sangat baik,” ujar Wali Kota Kupang.

Dia menegaskan bahwa berakhirnya dinamika tersebut secara damai mencerminkan kedewasaan masyarakat serta kuatnya nilai toleransi yang selama ini menjadi identitas Kota Kupang.

“Kejadian ini menegaskan bahwa Kota Kupang adalah kota kasih, kota yang toleran, dan selalu mengedepankan kerukunan antarumat beragama. Saya bangga karena masyarakat memilih jalan damai, aman, dan tertib,” tegasnya.

Namun demikian, Wali Kota Kupang menyoroti masih adanya sejumlah unggahan di media sosial yang bernada provokatif dan berpotensi memicu gangguan stabilitas sosial. Ia meminta agar penyebaran hoaks serta konten yang memelintir pernyataan pejabat segera dihentikan.

“Unggahan-unggahan provokatif ini berbahaya. Kami sudah berdiskusi dengan unsur kepolisian, TNI, kejaksaan, dan pengadilan. Kami minta ini segera dihentikan. Jika tidak, tentu akan ada tindakan tegas,” ujarnya.

BACA JUGA:  Wali Kota Kupang Lantik Pengurus Karang Taruna Kota Kupang Periode 2025-2030

Wali Kota juga mengimbau masyarakat Kota Kupang agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dengan selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya serta tidak mudah terprovokasi oleh isu yang sengaja dikembangkan pihak tertentu.

“Bijaklah bermedia sosial. Cek fakta dan kebenarannya. Mari kita jaga bersama kerukunan antarumat beragama di Kota Kupang,” imbaunya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Kupang Serena C. Francis menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengeluarkan pernyataan apa pun, baik secara lisan maupun tertulis, terkait pembangunan masjid di Liliba sebagaimana yang beredar di media sosial.

“Saya tidak pernah mengeluarkan statement apa pun terkait pembangunan masjid di Liliba. Saya dan Bapak Wali Kota berada dalam satu visi dan misi untuk membangun Kota Kupang yang maju dan rukun dalam keberagaman,” tegas Wakil Wali Kota.

Ia juga mengapresiasi masyarakat di tiga kelurahan serta pengurus yayasan masjid yang telah menyampaikan aspirasi secara damai, serta mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan isu tersebut untuk memecah belah persatuan.

“Jangan ada yang memanfaatkan isu ini untuk memprovokasi dan menciptakan ketidakamanan. Kita semua, pemerintah, Forkopimda, dan masyarakat, menginginkan Kota Kupang yang damai, tertib, dan aman,” ujarnya.

Kapolresta Kupang Kota Kombes Pol. Djoko Lestari menambahkan bahwa menjaga kerukunan antarumat beragama merupakan kepentingan bersama yang harus dijaga secara kolektif oleh seluruh elemen masyarakat.

“Kerukunan dan toleransi adalah fondasi Kota Kupang. Jika ada pihak yang mencoba mengganggu, kami akan bergerak serentak,” tegas Kapolresta.

Ia juga mengapresiasi sikap masyarakat Kota Kupang yang telah menyikapi persoalan tersebut dengan kepala dingin dan penuh kedewasaan, seraya berharap Kota Kupang terus menjadi rumah bersama yang rukun, aman, dan toleran bagi semua. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.