Pemkot Kupang Dukung Film “Perempuan yang Memandangi Lautan” Angkat Isu TPPO dan Budaya Lokal

oleh -843 Dilihat
Wawali Terima Audiensi Tim Produksi Kata Hati Film Studio. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, menerima audiensi dari tim produksi Kata Hati Film Studio di ruang kerjanya beberapa waktu lalu. Pertemuan ini bertujuan menjalin silaturahmi sekaligus memperkenalkan proyek film pendek terbaru berjudul “Perempuan yang Memandangi Lautan”, yang tengah digarap oleh studio tersebut.

Hadir dalam audiensi tersebut antara lain produser Boy Leonard, line producer Orpha Padaletti Bolling, dan fotografer still foto Rocky Kopung. Film ini akan mengambil latar di Kupang dan Alor, dan mengangkat isu penting terkait Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), persoalan yang masih membayangi kehidupan masyarakat NTT.

“Film sudah siap diproduksi, para talent juga sudah ada. Kami sangat berharap karya ini bisa mendapat apresiasi di ajang internasional,” ujar Boy Leonard.

Menanggapi hal itu, Wakil Wali Kota Serena menyampaikan dukungan penuh terhadap inisiatif kreatif tersebut. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang berkomitmen mendorong pengembangan sektor ekonomi kreatif, termasuk melalui media film, sebagai salah satu strategi pembangunan berbasis budaya.

“Pada prinsipnya, Pemkot Kupang selalu terbuka untuk mendukung karya-karya kreatif yang tidak hanya bernilai seni, tetapi juga membawa pesan sosial yang kuat. Apalagi, saat ini kami sedang merancang program Sunset Cinema sebagai ruang apresiasi dan promosi film lokal. Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan Kata Hati Film Studio,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap promosi budaya lokal, Wakil Wali Kota juga mengusulkan agar film ini menampilkan elemen khas NTT, termasuk kuliner seperti se’i, sebagai bagian dari strategi city branding yang halus namun berdampak.

Audiensi ini menandai langkah awal menuju kolaborasi antara Pemerintah Kota Kupang dan pelaku industri kreatif dalam mengangkat budaya lokal sekaligus meningkatkan kesadaran publik terhadap isu-isu sosial penting melalui media film. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.