Pemprov NTT Bersama BPOM Perketat Pengawasan Takjil Selama Ramadan

oleh -680 Dilihat
Gubernur NTT dan Kepala BPOM Kupang Tinjau Pasar Kuliner Takjil di Fontein Kota Kupang pada Sabtu, 21 Pebruari 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memperketat pengawasan terhadap makanan dan minuman takjil yang dijual selama bulan Ramadan 1447 Hijriah.

Hal tersebut ditandai dengan peninjauan langsung oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, di salah satu lokasi pasar kuliner takjil yang berlokasi di Jalan Ir. Soekarno, Fontein, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, pada Sabtu (21/6/2026) sore.

Dalam kegiatan safari Ramadan tersebut, Gubernur Melki didampingi oleh Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Kupang, Sem Lapik, serta Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Oemboe Wanda.

Setibanya di lokasi, Gubernur Melki meninjau setiap stan kuliner yang berjejer rapi di kawasan tersebut. Ia juga menyempatkan diri berbincang dengan para pedagang sekaligus membeli jajanan berbuka puasa atau takjil yang dijual di lapak-lapak tersebut.

Menurut Gubernur Melki, Ramadan merupakan periode dengan aktivitas ekonomi pangan yang meningkat signifikan. Oleh karena itu, pengawasan terhadap keamanan makanan dan minuman harus dilakukan secara cepat, adaptif, serta menjangkau langsung masyarakat.

Dari hasil dialog dengan para pedagang dan laporan BPOM di lapangan, bahan baku yang digunakan dalam pembuatan takjil umumnya telah sesuai dengan standar keamanan pangan. Meski demikian, BPOM akan terus melakukan pengecekan, pengujian, serta pemeriksaan secara rutin di berbagai lokasi penjualan takjil guna memastikan makanan yang dijual aman untuk dikonsumsi masyarakat.

Lebih lanjut, Gubernur Melki menekankan pentingnya pendekatan edukatif secara berkelanjutan kepada para pedagang. Menurutnya, pembinaan terkait praktik produksi pangan yang baik perlu terus dilakukan agar pengawasan tidak semata-mata bersifat represif, tetapi juga mampu meningkatkan kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya keamanan pangan.

Ia juga mengimbau para pedagang takjil maupun penjual makanan dan minuman di seluruh wilayah NTT agar tidak menggunakan bahan kimia berbahaya yang dilarang BPOM, serta memastikan bahan baku yang digunakan aman dan layak konsumsi.

Selain itu, Gubernur Melki turut mengajak masyarakat NTT untuk menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan selama bulan Ramadan. Ia juga meminta masyarakat untuk menumbuhkan sikap empati serta kepedulian terhadap sesama, terutama bagi warga yang membutuhkan bantuan di lingkungan sekitar.

Momentum Ramadan yang bertepatan dengan perayaan Imlek dan masa prapaskah, lanjutnya, diharapkan dapat menjadi ruang untuk memperkuat toleransi antarumat beragama di Nusa Tenggara Timur, sekaligus menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.