Pemprov NTT Luncurkan Kartu Kredit Pemerintah Daerah dan Program One Village One Product

oleh -910 Dilihat
Gubernur NTT Luncurkan Program One Village One Product di Halaman Kantor Gubernur NTT. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi meluncurkan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) sebagai bagian dari rangkaian kegiatan peluncuran program One Village One Product (OVOP), yang berlangsung di Halaman Kantor Gubernur NTT pada Selasa (28/5/2025) malam. Peluncuran ini menandai langkah strategis Pemerintah Provinsi dalam meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan keuangan daerah sekaligus mengembangkan potensi ekonomi desa.

Gubernur NTT, Melki Laka Lena, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penggunaan KKPD akan membantu mempercepat proses transaksi pemerintahan dan meningkatkan akuntabilitas pengelolaan anggaran publik.

“Dengan KKPD, kita dapat memastikan bahwa setiap transaksi pemerintah tercatat dengan baik dan tentunya lebih transparan,” ujar Melki.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Melki juga menekankan pentingnya program OVOP sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi desa. Menurutnya, OVOP bukan sekadar program pembangunan, tetapi wujud nyata komitmen pemerintah untuk memaksimalkan potensi lokal di setiap desa melalui pengembangan produk unggulan yang berbasis kearifan lokal.

“Melalui OVOP, kita ajak masyarakat desa mengenali dan mengolah potensi terbaiknya secara kreatif dan berdaya saing. Produk lokal akan dikembangkan sesuai standar pasar, diuji dan diberi nilai tambah melalui inovasi serta teknologi, sehingga mampu menembus pasar nasional bahkan global,” jelasnya.

Program OVOP ini juga diharapkan mampu mendukung Dasa Cita pertama Pemprov NTT, yaitu: Dari ladang dan laut, ke pasar: efisien, modern, dan aman. “Ini adalah panggilan untuk kita semua agar menghubungkan potensi alam di desa dengan pasar secara efisien dan berkelanjutan,” kata Melki.

Gubernur menegaskan bahwa setiap desa di NTT memiliki keunggulan tersendiri yang bisa diolah dan dipasarkan ke seluruh dunia. Ia menyebut, kekayaan alam dan keanekaragaman hayati dari sektor pertanian, perkebunan, perikanan, kelautan, hingga energi baru terbarukan harus dijaga dan dikembangkan demi keberlangsungan hidup masyarakat.

“Dengan OVOP, desa bukan hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga pusat produksi, inovasi, dan kebangkitan ekonomi rakyat. Kita ingin agar hasil bumi dan karya masyarakat desa dihargai tinggi, dibeli secara adil, dan dikenal luas,” tegasnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi NTT, Viktor Manek, dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa peluncuran OVOP menampilkan 44 produk unggulan dari desa/kelurahan yang menjadi lokus program, serta menghadirkan 190 jenis UMKM. Produk-produk tersebut meliputi makanan, minuman, cemilan, obat tradisional, kain tenun ikat, bahan masakan, hingga kerajinan tangan, semuanya hasil karya masyarakat desa NTT.

Acara tersebut juga dirangkaikan dengan peluncuran Gerakan Beli Produk NTT sebagai bentuk dukungan terhadap produk lokal, serta peluncuran resmi penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah di lingkungan Pemprov NTT.

Dengan kolaborasi antara inovasi digital seperti KKPD dan pemberdayaan ekonomi lokal melalui OVOP, Pemprov NTT optimis dapat mendorong percepatan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di seluruh wilayah provinsi. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.