Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Kota Kupang resmi mengukuhkan Bunda Literasi Kota Kupang sebagai langkah awal dalam memperkuat budaya literasi di tengah masyarakat.
Pengukuhan tersebut dilakukan langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, terhadap Widya Cahya untuk masa bakti 2026-2030 di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang pada Rabu (22/4/2026).
Sekretaris panitia kegiatan, Petty Ly, menjelaskan bahwa pembentukan Bunda Literasi akan dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat kota hingga kecamatan dan kelurahan.
“Untuk Bunda Literasi, ada di tingkat kota, kecamatan, dan kelurahan. Saat ini kita dahului pengukuhan di tingkat kota, sementara tingkat kecamatan dan kelurahan akan menyusul,” ujarnya.
Ia menambahkan, posisi Bunda Literasi Kota Kupang diemban oleh dr. Widya Cahya yang juga merupakan istri Wali Kota Kupang.
Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menegaskan bahwa peran Bunda Literasi tidak hanya bersifat seremonial, tetapi harus menjadi motor penggerak dalam meningkatkan minat baca masyarakat.
“Bunda Literasi diharapkan menjadi role model dan figur yang mampu mempromosikan literasi, mulai dari anak usia PAUD hingga orang dewasa,” jelas Petty menyampaikan pesan wali kota.
Selain prosesi pengukuhan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan berbagai program edukatif. Salah satunya adalah kelas parenting dengan tema pencegahan kekerasan terhadap anak, yang dinilai relevan karena mayoritas peserta berasal dari kalangan orang tua anak usia dini.
“Kegiatan ini bertujuan mengurangi kasus kekerasan terhadap anak di Kota Kupang, sekaligus memberikan edukasi kepada orang tua,” tambahnya.
Tak hanya itu, panitia juga menggelar lomba bercerita bagi anak PAUD yang diikuti sebanyak 42 peserta. Lomba ini diharapkan dapat menumbuhkan keberanian anak untuk tampil sekaligus meningkatkan minat baca sejak usia dini.
“Lomba ini diharapkan dapat membangkitkan motivasi anak-anak untuk berani tampil dan meningkatkan keinginan mereka dalam membaca,” katanya.
Petty juga menyampaikan bahwa masa jabatan Bunda Literasi Kota Kupang berlangsung selama lima tahun, yakni dari 2026 hingga 2030. Ke depan, pihaknya berharap kehadiran Bunda Literasi mampu meningkatkan kemampuan literasi masyarakat secara menyeluruh.
“Kami berharap masyarakat Kota Kupang semakin gemar membaca dan meningkat pengetahuannya. Dalam waktu dekat juga akan dilakukan sosialisasi literasi keuangan dengan sasaran ibu-ibu,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa program literasi tidak hanya menyasar anak-anak, tetapi seluruh lapisan masyarakat.
“Mulai dari anak PAUD hingga orang dewasa menjadi sasaran. Intinya, Bunda Literasi harus mampu menjadi panutan dalam mempromosikan literasi di Kota Kupang,” tutupnya. ***






