Perkuat SDM Kreatif, GAMKI NTT Hadirkan Sekolah Event Organizer Berbasis Praktek

oleh -109 Dilihat
Ivan Rondo. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-64, DPD GAMKI NTT resmi meluncurkan program Sekolah Event Organizer (EO) sebagai langkah strategis untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) kreatif di daerah.

Peluncuran program ini berlangsung di Kupang pada Kamis, 23 April 2026, dan menjadi bagian dari komitmen GAMKI NTT dalam mendorong generasi muda agar lebih adaptif dan produktif di sektor ekonomi kreatif, khususnya industri event yang terus berkembang.

Inisiatif ini digagas oleh Ivan Rondo, seorang praktisi industri event nasional yang telah berkiprah selama dua dekade dan menangani lebih dari 100 panggung profesional. Ia juga dikenal sebagai pemilik PT Anpro Timorindo sekaligus Founder NTTnesia Communication.

Dalam sambutannya, Ivan menegaskan bahwa industri event memiliki peran strategis dalam menggerakkan roda perekonomian daerah.

Menurutnya, event tidak hanya sebatas hiburan, tetapi juga menjadi ruang produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, hingga meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Event bukan sekadar pertunjukan. Ia adalah agregator ekonomi yang bisa berdampak luas jika dikelola dengan alur kerja yang profesional,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya investasi pada SDM, terutama di tengah berkembangnya era ekonomi kreator saat ini. Ivan menilai, potensi pemuda NTT sangat besar, namun masih perlu didukung dengan akses pembelajaran yang lebih praktis dan aplikatif.

“Kita tidak boleh hanya menjadi penonton. Anak-anak muda NTT harus mampu menciptakan panggungnya sendiri. Sekolah EO ini menjadi pintu masuk untuk membangun kemampuan itu,” tegasnya.

Sekolah EO GAMKI NTT dirancang dengan pendekatan berbasis praktik langsung. Para peserta akan dibekali berbagai materi penting, mulai dari perencanaan konsep acara, manajemen produksi, pengelolaan anggaran, strategi komunikasi dan branding, hingga pemanfaatan teknologi termasuk kecerdasan buatan (AI) sebagai alat pendukung.

BACA JUGA:  Wali Kota Kupang Sebut Rumah Ibadah Tak Hanya Tempat Ibadah, Tapi Pusat Pemberdayaan dan Ketahanan Pangan

Selain itu, peserta juga akan mendapatkan pengalaman dalam evaluasi kegiatan serta membangun jejaring (networking) guna menunjang keberlanjutan karier di industri event.

Ketua DPD GAMKI NTT, Winston Rondo menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk perluasan peran organisasi kepemudaan ke sektor kewirausahaan.

Ia berharap, Sekolah EO dapat menjadi wadah kolaborasi bagi anak muda untuk mengembangkan potensi kreatif sekaligus memperkuat citra pariwisata daerah.

“Ini bukan sekadar pelatihan, tetapi gerakan bersama untuk membangun ekosistem kreatif di NTT,” ujarnya.

Peluncuran Sekolah EO ini menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem industri event yang melibatkan sinergi antara komunitas, pemerintah daerah, dan sektor swasta.

Ke depan, program ini diharapkan mampu melahirkan talenta profesional yang berdaya saing serta berkontribusi nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui kegiatan kreatif yang berdampak. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.