Perumda Air Minum Kota Kupang Meniti Jalan Efisiensi, Menata dari Dalam

oleh -267 Dilihat
Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isodorus Lilijawa. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isodorus Lilijawa, menegaskan bahwa langkah awal yang diambil dalam kepemimpinannya adalah melakukan efisiensi dan penataan dari dalam perusahaan demi menyehatkan kembali kondisi Perumda Air Minum.

Isodorus mengatakan bahwa meski baru sebulan menjabat sebagai Direktur, dirinya telah banyak belajar, mendengar, dan berdiskusi dengan berbagai pihak untuk memahami situasi internal perusahaan. Dari hasil pengamatannya, ia menyimpulkan bahwa perubahan besar harus dimulai dari tubuh Perumda sendiri.

“Kita boleh mendapatkan dukungan dan support dari berbagai pihak, tapi yang paling penting kita harus melakukan perombakan dari dalam. Yang paling penting kita menata dari dalam dan membangun kepercayaan dari dalam,” ujarnya kepada media ini pada Jumat, 7 November 2025.

Menurutnya, sejak 1 November 2025, manajemen telah mulai menerapkan sejumlah langkah efisiensi yang menyentuh beberapa aspek utama, yaitu efisiensi struktural, insentif pegawai, dan pengaturan jadwal piket.

Efisiensi Struktural
Isodorus menjelaskan, terdapat beberapa unit dalam struktur organisasi yang dinilai tumpang tindih dan bisa digabungkan kembali ke subbagian sebelumnya. Ia mencontohkan dua unit yakni pengadaan dan pengelola IPA yang telah dikembalikan ke bagian asalnya.
Langkah ini, katanya, bukan hanya menyederhanakan struktur agar lebih ramping dan efektif, tetapi juga menghemat biaya tunjangan jabatan dan operasional lainnya.

“Kita dorong struktur yang ramping tapi fungsinya banyak. Jangan sampai struktur gemuk tapi fungsinya sedikit, akhirnya tidak efisien,” tegasnya.

Pemangkasan Insentif
Selain itu, pihaknya juga melakukan efisiensi pada pemberian insentif bulanan kepada pegawai. Ia menilai nilai insentif selama ini cukup tinggi dan belum sejalan dengan kondisi keuangan perusahaan. Karena itu, mulai 1 November 2025, insentif dipangkas sebesar 50 persen.

“Kami sepakat untuk bersolidaritas dengan perusahaan. Insentif penuh hanya diberikan jika perusahaan dalam keadaan sehat atau ada prestasi luar biasa,” jelasnya.

Dana hasil efisiensi tersebut, lanjut Isodorus, akan dialokasikan untuk hal-hal yang langsung menyentuh pelayanan kepada pelanggan, seperti perbaikan pipa dan meteran air.

Pengaturan Piket Hari Sabtu
Langkah efisiensi lainnya dilakukan dengan mengatur kembali piket hari Sabtu. Jika sebelumnya seluruh pegawai diwajibkan masuk dengan biaya transportasi, kini hanya empat petugas yang ditugaskan, yakni di bagian loket, unit pelayanan, langganan, dan keamanan.

“Teman-teman lain boleh masuk, tapi tanpa dukungan biaya transportasi. Ini bentuk penghematan yang realistis,” katanya.

Isodorus menegaskan, langkah efisiensi ini akan terus dipantau perkembangannya. Bila hasilnya positif, kebijakan tersebut akan dipertahankan. Namun, bila belum cukup signifikan, perusahaan siap mengambil langkah yang lebih tegas.

“Ini bentuk solidaritas kami terhadap perusahaan yang saat ini kurang sehat. Saat rumah kita bocor, kita tidak bisa diam saja. Harus segera diperbaiki sebelum masalah semakin besar,” pungkasnya.

Melalui berbagai langkah efisiensi ini, Perumda Air Minum Kota Kupang meniti jalan pembenahan dari dalam dengan harapan dapat mengembalikan kesehatan perusahaan serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.