Potensi Wisata Sabu Raijua Kian Bersinar, Wagub NTT Kunjungi Kelabba Maja dan Taman Skyber

oleh -439 Dilihat
Wagub NTT Bersama Rombongan Tinjau Wisata Kelabba Maja di Kabupaten Sabu Raijua. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Sabu-Langit biru yang membentang di atas hamparan tebing warna-warni Kelabba Maja seolah menyambut langkah Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, saat menginjakkan kaki di salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Sabu Raijua, Rabu, 18 Februari 2026.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam melihat langsung potensi wisata yang dimiliki Pulau Sabu, sekaligus mendorong pengembangannya sebagai daya tarik wisata nasional hingga mancanegara.

Didampingi Wakil Bupati Sabu Raijua Thobias Uly bersama sejumlah pimpinan perangkat daerah provinsi dan kabupaten, kehadiran Wagub Johni di Kelabba Maja disambut hangat oleh pengelola destinasi, Efraim Bagi, serta masyarakat setempat yang selama ini turut menjaga kelestarian kawasan tersebut.

Kelabba Maja, yang terletak di Desa Wadumeddi, Kecamatan Hawu Mehara, dikenal sebagai lanskap geologi unik dengan susunan tebing batu berlapis warna merah, cokelat, putih hingga ungu yang terbentuk secara alami selama ribuan tahun. Pilar-pilar batu raksasa yang menjulang menciptakan panorama dramatis yang tak jarang membuat tempat ini dijuluki sebagai “Grand Canyon”-nya Pulau Sabu.

Tak hanya menawarkan keindahan visual, kawasan ini juga menyimpan nilai sakral bagi masyarakat lokal yang memandang Kelabba Maja sebagai warisan leluhur yang harus dijaga. Kombinasi antara keindahan alam dan nilai budaya tersebut menjadikan destinasi ini memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Hari ini saya berada di Kelabba Maja, sebuah destinasi unik dengan susunan bebatuan berwarna yang sudah ada sejak zaman purba kala hingga sekarang dan memberikan nuansa artistik. Bagi masyarakat yang datang ke Pulau Sabu maka datanglah ke Kelabba Maja,” ujar Wagub Johni.

BACA JUGA:  Temui Buruh Proyek di Bali, Wagub NTT Ingatkan Warga Jaga Etika dan Patuhi Aturan

Perjalanan kemudian berlanjut ke Taman Skyber di Desa Raeloro, Kecamatan Sabu Barat. Berbeda dengan Kelabba Maja yang menonjolkan keindahan alam, Taman Skyber menawarkan wisata buatan bernuansa religi dan sejarah. Kawasan ini dibangun di atas bekas benteng tentara Belanda pada masa kolonial, dengan sejumlah situs peninggalan seperti tower air, sumur tua, serta piramida bendera yang masih terawat.

Di dalam kawasan taman, berdiri patung Yesus setinggi 20 meter yang menjadi ikon utama destinasi tersebut. Selain itu, terdapat pula sejumlah patung yang menggambarkan kisah-kisah dalam Alkitab, mulai dari penciptaan manusia hingga perjalanan kehidupan Yesus, menjadikan tempat ini tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga ruang refleksi spiritual bagi pengunjung.

Menurut Wagub Johni, Taman Skyber menjadi salah satu contoh pengembangan wisata buatan yang mampu melengkapi kekayaan wisata alam di Pulau Sabu. Ia menilai, potensi wisata yang dimiliki Sabu Raijua sangat beragam dan memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan.

“Taman Skyber ini menjadi daya tarik bagi banyak orang, dan tentunya Pulau Sabu memiliki potensi wisata yang eksotis baik itu destinasi wisata buatan maupun wisata alam. Mari berkunjung ke Pulau Sabu, di sini masyarakat memiliki keramahan dan rasa kekeluargaan yang tinggi serta menjunjung adat dan budaya,” ungkapnya.

Kunjungan ini menjadi penegasan bahwa Sabu Raijua tidak hanya menyimpan pesona alam yang memukau, tetapi juga kekayaan sejarah dan spiritualitas yang mampu memberikan pengalaman wisata yang utuh bagi para pelancong. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, potensi wisata Pulau Sabu diharapkan semakin bersinar di peta pariwisata Indonesia. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.