Viral!!! RAT Kopdit Swasti Sari Kupang Memanas dan Ricuh, Anggota Murka Soal Pengesahan Sepihak

oleh -210 Dilihat
RAT Kopdit Swasti Sari Kupang Berlangsung Ricuh di Hotel Harper Kupang pada Minggu, 26 April 2026. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Sebuah video berdurasi 3 menit 49 detik yang memperlihatkan kericuhan dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) KSP Kopdit Swasti Sari Tahun Buku 2025 viral di media sosial. Dalam video tersebut, tampak sejumlah anggota koperasi melayangkan protes keras terhadap jalannya forum yang dinilai tidak demokratis.

RAT yang seharusnya menjadi forum tertinggi dalam pengambilan keputusan koperasi justru berujung ricuh dan menyisakan kekecewaan mendalam di kalangan peserta. Sejak awal sidang, suasana dinilai tidak kondusif. Sejumlah anggota menduga adanya pengondisian peserta untuk menggiring opini agar membenarkan langkah-langkah pengurus dan pengawas.

Ketegangan memuncak saat pimpinan sidang, Erni Katana, mengetok palu pengesahan secara sepihak usai pembacaan berita acara susunan kepengurusan oleh sekretaris sidang. Keputusan tersebut menuai protes lantaran dokumen yang dibacakan belum ditandatangani oleh salah satu calon pengurus, Yohanes Sason Helan, sehingga dianggap belum sah.

Sejumlah anggota yang mencoba menyampaikan interupsi mengaku tidak diberi ruang bicara. Sebaliknya, forum disebut lebih memberi kesempatan kepada pihak-pihak tertentu yang diduga telah disiapkan untuk mempengaruhi jalannya sidang.

“Setiap kali kami minta bicara, tidak diberi kesempatan. Tapi orang-orang tertentu selalu diprioritaskan,” ujar salah satu peserta yang enggan disebutkan namanya, saat ditemui di Hotel Harper Kupang, Minggu (26/4/2026).

Situasi semakin memanas ketika pengesahan tetap dilakukan di tengah gelombang interupsi. Keputusan tersebut memicu kemarahan peserta karena dinilai tidak memenuhi prinsip musyawarah dan mufakat.

Alih-alih meredakan ketegangan, pimpinan sidang justru meninggalkan forum bersama Ketua Pengurus, Lambertus Ara Tukan, saat suasana memuncak. Tindakan ini semakin memperkeruh keadaan dan menimbulkan ketidakjelasan atas hasil RAT.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keputusan final terkait penetapan Ketua Pengurus dan Pengawas KSP Kopdit Swastisari periode 2026–2028. Kondisi ini menambah keresahan anggota yang mengharapkan kepastian arah kepemimpinan koperasi.

BACA JUGA:  Jadwal Berubah, CR7 Gunakan Jet Pribadi ke Kupang untuk Gelar Aksi Sosial

Kekecewaan peserta semakin terasa mengingat RAT tersebut sebelumnya dibuka secara resmi oleh Menteri Koperasi, Ferry Joko Juliantono, dan dihadiri Wakil Gubernur NTT, Johny Asadoma. Harapan akan terselenggaranya forum yang tertib, transparan, dan demokratis justru berujung konflik terbuka.

Dalam video yang beredar, salah satu anggota, Jefry Tapobali, tampak meluapkan kemarahannya. Ia menilai jalannya sidang tidak adil dan cenderung sepihak.

“Masih ada ruang, jangan atur semena-mena. Masih ada gugatan, nanti kamu lihat. Jangan sepihak,” teriaknya di tengah forum.

Ia juga menyoroti hak anggota yang menurutnya diabaikan, meski memiliki dukungan suara yang signifikan.

“Padahal 200 suara kamu anggap remeh. Cara pimpin rapat begini sangat memalukan. Kasih kesempatan kami bicara,” ujarnya dengan nada tinggi.

Peristiwa ini memunculkan pertanyaan serius terkait komitmen tata kelola koperasi yang sehat dan demokratis. Sejumlah anggota mendesak adanya evaluasi menyeluruh serta penegakan aturan organisasi agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.