Wagub NTT Akan Temui Pemda Bali, Bahas Dampak Ulah Oknum Warga NTT

oleh -348 Dilihat
Wagub NTT Pimpin Apel Kesadaran pada Senin, 26 Januari 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, menegaskan komitmennya untuk segera menemui Pemerintah Daerah Bali guna membahas dampak sosial yang ditimbulkan akibat ulah oknum warga NTT di luar daerah.

Hal tersebut disampaikan Wagub Johni saat memimpin apel bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi NTT di halaman depan Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT, Senin (26/1/2026) pagi.

Apel tersebut dihadiri Plh. Sekretaris Daerah Provinsi NTT Flouri Rita Wuisan, para Staf Ahli Gubernur, Asisten Sekda, serta seluruh Pimpinan Perangkat Daerah lingkup Pemprov NTT.

Di hadapan ribuan ASN, Wagub Johni Asadoma secara khusus menyoroti sejumlah kasus sosial kemasyarakatan yang terjadi di luar daerah, seperti di Bali, Surabaya, Malang, dan beberapa kota lainnya, yang melibatkan oknum warga asal NTT. Menurutnya, tindakan tidak bertanggung jawab tersebut telah memunculkan stigma negatif terhadap masyarakat NTT secara keseluruhan.

“Akibat ulah oknum-oknum tertentu, warga NTT di luar daerah mulai dilabeli sebagai pembuat onar. Dampaknya sangat merugikan, karena banyak warga kita yang tidak tahu apa-apa justru ikut menerima penolakan,” ujar Johni Asadoma.

Dia menjelaskan bahwa stigma negatif tersebut berdampak langsung pada mahasiswa dan pekerja asal NTT di perantauan, mulai dari kesulitan mendapatkan tempat tinggal hingga perlakuan diskriminatif di lingkungan kerja dan pendidikan.

Menanggapi kondisi tersebut, Wagub Johni Asadoma menyatakan akan segera melakukan komunikasi dan koordinasi intensif dengan Pemerintah Daerah Bali. Selain itu, ia juga berencana berdialog dengan diaspora NTT, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh pemuda setempat guna mencari solusi bersama agar persoalan ini tidak berlarut-larut.

“Saya akan ke Bali, bertemu dengan Pemda setempat. Kita akan berdiskusi, berdialog dengan semua pihak terkait. Kita juga akan menyampaikan permohonan maaf atas perilaku oknum-oknum yang telah mencederai rasa kebersamaan,” tegasnya.

BACA JUGA:  Perjalanan Kasus Dugaan Tipikor Aset Pemda Kupang: Jonas Salean Akhirnya Diperiksa Penyidik Tipidsus

Wagub Johni menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT tetap konsisten mendukung penegakan hukum terhadap siapa pun, termasuk oknum warga NTT yang melakukan tindakan kriminal di mana pun berada.

“Tindakan kriminal harus diproses tegas sesuai hukum yang berlaku. Namun jangan sampai seluruh masyarakat NTT menanggung akibat dari perbuatan segelintir orang,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, mantan Kapolda NTT ini juga mengimbau para ASN agar turut berperan aktif mengingatkan sanak keluarga dan kerabat yang sedang menempuh pendidikan maupun bekerja di luar NTT untuk selalu menjaga sikap, adab, serta menghormati adat istiadat daerah setempat.

“Jadilah manusia NTT yang cinta damai dan pembawa damai di mana pun kita berada. Pegang teguh prinsip ‘Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung’,” imbaunya.

Wagub Johni Asadoma juga menyinggung konsumsi minuman keras (miras) sebagai salah satu faktor pemicu terjadinya konflik dan tindakan kriminal. Ia meminta para ASN untuk mengedukasi keluarga dan anak-anak di perantauan agar menjauhi miras.

“Banyak kejadian berawal dari miras. Kalau sudah mabuk, orang bisa bertindak di luar kendali. Ini harus jadi perhatian kita semua,” ungkapnya.

Selain isu sosial, Wagub Johni juga mengingatkan seluruh Perangkat Daerah agar mengeksekusi program-program yang telah tertuang dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Tahun 2026 secara terencana dan terukur, sehingga tidak menimbulkan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) di akhir tahun.

Ia juga mengimbau agar sarana dan prasarana kantor dijaga dengan baik serta mengingatkan seluruh ASN untuk selalu waspada terhadap keselamatan, khususnya di musim penghujan, terutama saat melakukan perjalanan laut. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.