Wagub NTT Resmikan Pameran Foto Wisata dan Showcase Edukasi Safety Labuan Bajo, Tinjau Sentra Produksi Bambu Mosedia

oleh -478 Dilihat
Wagub NTT Gunting Pita Pameran Foto Wisata Showcase Edukasi Safety di Labuan Bajo. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Labuan Bajo-Dalam rangkaian kunjungannya ke Manggarai Barat, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, meresmikan Pameran Foto Wisata dan Showcase Edukasi Safety Labuan Bajo yang digelar di Pelabuhan Marina pada Jumat (21/3/25). Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Balai Mutu Industri (BMI), Gabungan Pengusaha Wisata Bahari dan Tirta Indonesia (GAHAWISRI), serta Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo.

Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Wagub Johni Asadoma bersama Kepala KSOP Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto. Dalam sambutannya, Johni menekankan pentingnya edukasi keselamatan di kawasan wisata bahari yang semakin berkembang di NTT.

“Saya berharap display peralatan keselamatan ini semakin variatif dan kreatif agar dapat menarik perhatian masyarakat. Dengan begitu, edukasi mengenai pentingnya keselamatan di perairan bisa lebih efektif,” ujar Johni.

Turut hadir dalam acara ini sejumlah pejabat Provinsi NTT, antara lain Kepala BPAD Alexon Lumba, Kepala Disparekraf Noldy Pellokila, Kepala Dinas LHK Ondy Christian Siagian, serta Plt. Kepala Dinas Perhubungan Mahadin Sibarani.

Tinjau Sentra Produksi Bambu Mosedia, Wagub Dorong Penguatan Produk Lokal

Selain meresmikan pameran di Pelabuhan Marina, Wagub Johni Asadoma juga mengunjungi Rumah Produksi Bersama Klaster Bambu Mosedia yang dikelola oleh Koperasi Multi Pihak Wanatani Bambu Lestari (BambooCoop), bekerja sama dengan Dinas Koperasi Kabupaten Manggarai Barat. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka mendukung program Gerakan Beli NTT, yang mendorong masyarakat untuk menggunakan dan mempromosikan produk-produk lokal.

Di Rumah Produksi Bambu Mosedia, Wagub Johni meninjau lahan pembibitan serta sentra produksi bambu. Ia mengapresiasi inovasi yang dilakukan dan berharap agar konsep serupa dapat diterapkan di seluruh kabupaten/kota di NTT.

BACA JUGA:  Wagub NTT Kunjungi SKO Flobamorata, Targetkan 10 Emas di PON 2028

“Melalui Gerakan Beli NTT, ayo kita galakkan kebiasaan membeli dan mempromosikan produk lokal. Produk bambu seperti ini memiliki nilai seni yang tinggi dan unik. Saya ingin melihat sentra bambu seperti Mosedia berkembang di seluruh NTT,” ujarnya.

Mosedia sendiri memiliki berbagai kegiatan unggulan, seperti pembibitan bambu, pelatihan pengolahan bambu bagi pelajar dan mahasiswa, serta produksi berbagai produk berbahan bambu, mulai dari furnitur, sepeda, tumbler, phone holder, hingga kerajinan tangan lainnya. Selain itu, mereka juga mengolah limbah produksi menjadi pelet biomassa dan pupuk organik.

Kepala Dinas LHK Provinsi NTT, Ondy Siagian, menegaskan bahwa produk bambu Mosedia sudah memiliki standar kualitas tinggi dan siap diekspor ke luar NTT.

“Saat ini kami sedang merencanakan penanaman bibit bambu di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), karena daerah tersebut memiliki spesies bambu endemik timor, yaitu bambu hitam, yang memiliki kualitas tinggi dan nilai jual yang baik di pasaran,” jelas Ondy.

Melalui kunjungan ini, Pemerintah Provinsi NTT semakin memperkuat komitmennya dalam mendorong pengembangan industri berbasis sumber daya lokal, sekaligus memperkuat daya saing produk daerah di pasar nasional maupun internasional. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.