Suarantt.id, Kupang-Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, memberikan apresiasi tinggi terhadap kebijakan inovatif yang diambil oleh Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Prof. Dr. drh. Max U. E. Sanam, dalam mendorong keterlibatan mahasiswa dan pemuda menjaga kebersihan lingkungan kampus.
Apresiasi tersebut disampaikan Serena di sela-sela kegiatannya pada Jumat (11/4/25), menyusul kebijakan baru yang diterapkan rektor beberapa hari terakhir. Dalam unggahannya di akun Instagram pribadi @maxs_sanam pada 27 Maret 2025, Prof. Max menulis tentang upaya melibatkan anak-anak dari lingkungan sekitar kampus untuk bermain sepak bola di lapangan Undana, dengan satu syarat unik: membawa satu kantong sampah plastik yang dipungut dari area kampus sebagai tiket masuk.
“Anak-anak yang tinggal di lingkar luar kampus, saya izinkan untuk bermain sepakbola di lapangan kampus dengan syarat menyerahkan satu kantong sampah plastik yang dipungut dalam kampus sebagai ‘tiket masuk’,” tulis Prof. Max dalam unggahan tersebut, yang kemudian diposting ulang oleh akun @kupang.today sehari sebelumnya.
Langkah ini, menurut Serena, adalah pendekatan kecil namun berdampak besar. Ia menilai, kebijakan tersebut tidak hanya memberikan akses kepada pemuda sekitar kampus untuk menikmati fasilitas universitas, tetapi juga menanamkan kesadaran dan tanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan sejak dini.
“Rektor Undana memberikan gebrakan yang luar biasa. Hal sederhana ini akan sangat berdampak. Contoh yang ditunjukkan menjadi bukti nyata untuk mengajak semua mahasiswa dan mahasiswi di Kota Kupang agar mulai peduli terhadap masalah sampah,” ujar Serena.
Lebih lanjut, ia menyebut bahwa upaya tersebut sangat relevan dengan program Pemerintah Kota Kupang dalam menanggulangi persoalan sampah yang menjadi tantangan utama kota. Kebijakan tersebut dinilainya mampu menjadi model pendidikan lingkungan yang praktis dan aplikatif bagi generasi muda.
“Dimulai dari hal sederhana, seperti ingin menggunakan lapangan Undana saja, harus bisa memungut sampah di lingkungan kampus. Dengan pola pendekatan seperti ini, anak muda diajak secara langsung untuk peduli terhadap sampah di lingkungan sekitar,” tambahnya.
Serena juga mengajak seluruh civitas akademika Undana untuk terus menjalin kolaborasi dengan Pemerintah Kota Kupang dalam menyelesaikan persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah. Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci keberhasilan menuju Kota Kupang yang bersih dan sehat.
“Kami percaya kolaborasi adalah kunci. Pemerintah, dunia pendidikan, komunitas, dan masyarakat harus bergandengan tangan. Bersama kita bisa mewujudkan Kota Kupang yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan,” pungkasnya. ***





