Wakil Wali Kota Kupang Dukung Prosesi Paskah Oikumene Pemuda GMIT 2025

oleh -729 Dilihat
Wawali Kota Kupang Terima Panitia Paskah Oikumene 2025. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, menerima audiensi panitia Prosesi Paskah Oikumene Pemuda GMIT 2025 di ruang kerjanya, Rabu (5/3). Dalam pertemuan tersebut, panitia menyampaikan rencana kegiatan serta harapan dukungan dari Pemerintah Kota Kupang terhadap prosesi yang akan berlangsung pada 19-21 April 2025.

Hadir dalam audiensi ini, Ketua Panitia Prosesi Paskah, Yeskiel Loudoe, S.Sos., Ketua Pemuda GMIT, Erenst Blegur, serta sejumlah pengurus dan panitia lainnya.

Pemerintah Kota Kupang Berikan Dukungan Penuh

Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi atas inisiatif panitia dan menegaskan bahwa Pemkot Kupang mendukung penuh penyelenggaraan Prosesi Paskah, yang telah lama dinantikan oleh masyarakat.

“Pada prinsipnya, Pemerintah Kota Kupang sangat mendukung kegiatan ini karena sudah cukup lama pawai Paskah tidak dilaksanakan. Kami akan menelaah lebih lanjut proposal yang diajukan serta mengkaji bentuk dukungan yang dapat diberikan, tentunya dengan mempertimbangkan kondisi anggaran daerah,” ujar Serena.

Ia menambahkan bahwa anggaran yang diajukan akan dikaji lebih lanjut sebelum diputuskan oleh Wali Kota Kupang. Selain itu, ia menyoroti pentingnya pemberdayaan masyarakat serta dampak ekonomi dari kegiatan ini, terutama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Serena juga menegaskan bahwa Pemkot Kupang akan melakukan koordinasi lebih lanjut guna memastikan keterlibatan optimal dari berbagai pihak, termasuk dalam hal kebersihan kota selama kegiatan berlangsung. Ia mengusulkan agar sampah yang terkumpul selama acara dapat disalurkan ke bank sampah, sehingga tidak hanya menjaga kebersihan tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Prosesi Paskah: Momentum Kebangkitan Iman dan Ekonomi

Ketua Panitia Prosesi Paskah Oikumene Pemuda GMIT 2025, Yeskiel Loudoe, S.Sos., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang sempat terhenti akibat pandemi COVID-19. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah tidak hanya mendukung, tetapi juga terlibat langsung dalam penyelenggaraannya.

BACA JUGA:  Dewan Apresiasi dan Dukung Pelantikan Penjabat Sekda Kota Kupang

“Prosesi ini akan melibatkan banyak klasis dari seluruh NTT, sehingga akan menjadi momen besar bagi Kota Kupang. Kami berharap Pemerintah Kota Kupang dapat berperan aktif dalam mendukung dan menyukseskan acara ini,” ungkap Yeskiel.

Sementara itu, Sekretaris Panitia, Andre Otta, menjelaskan bahwa konsep rute prosesi akan mempertimbangkan unsur toleransi antarumat beragama. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah menjadikan Gereja Kota Kupang sebagai titik akhir, dengan momen lilin dinyalakan bersamaan dengan waktu Salat Isya dan lonceng gereja berbunyi.

Selain aspek religius dan sosial, panitia juga menyoroti dampak ekonomi kegiatan ini bagi UMKM lokal. Menurut Andre, panitia telah mempertimbangkan lokasi Expo UMKM agar lebih strategis, sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi perayaan iman, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi pelaku UMKM lokal. Dengan demikian, semangat kebangkitan Paskah juga tercermin dalam kebangkitan ekonomi masyarakat Kota Kupang,” ujarnya.

Doa Bersama dan Seruan Perdamaian

Ketua Pemuda GMIT, Erenst Blegur, menambahkan bahwa panitia berencana mengadakan doa bersama serentak pada pukul 19.00 WITA, yang diharapkan menjadi seruan perdamaian bagi Kota Kupang, Indonesia, dan dunia.

“Kami mengusulkan agar pemerintah mengeluarkan seruan kepada masyarakat untuk mengangkat doa secara serentak dari rumah masing-masing pada pukul 19.00 WITA, demi perdamaian dan keharmonisan,” katanya.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, panitia juga meminta dukungan pemerintah dalam pengadaan kendaraan pengangkut sampah serta koordinasi lokasi bakti sosial.

Prosesi Paskah Oikumene Pemuda GMIT 2025 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan iman, tetapi juga mendorong Kupang sebagai ‘City of Love and Harmony’, yang menampilkan toleransi, kebersamaan, dan kepedulian sosial dalam kehidupan masyarakat. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.