Wali Kota Kupang Luncurkan Dua Buku Sejarah Kerajaan Taebenu di Makam Raja Tanof

oleh -339 Dilihat
Wali Kota Kupang di Acara Peluncuran Dua Buku Sejarah Kerajaan Taebenu. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, resmi meluncurkan dua buku sejarah berjudul Melawan Lupa di Kerajaan Taebenu: Jejak Makam dan Istana Raja Tanof dalam Warisan Budaya Abadi serta Serpihan Kisah Raja-Raja Tanof pada Kerajaan Taebenu dan Implikasinya bagi Generasi Muda Masa Kini. Peluncuran berlangsung khidmat di kompleks makam Raja Tanof, Kelurahan Manutapen, Kecamatan Alak pada Rabu (26/11/2025).

Setibanya di lokasi, Wali Kota Kupang disambut secara adat melalui natoni dan tarian penyambutan oleh UPTD SD Negeri Pal 1. Usai seremonial penerimaan adat, dr. Christian Widodo menaburkan bunga di makam leluhur Raja Tanof sebagai tanda penghormatan kepada para raja yang pernah memimpin Kerajaan Taebenu.

Wali Kota: Pelestarian Warisan Leluhur Menjadi Fondasi Membangun Kota

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menyampaikan rasa syukur dapat menghadiri kegiatan tersebut dalam suasana yang sejuk, yang menurutnya menjadi tanda restu dari Tuhan dan para leluhur. Ia memberikan apresiasi kepada keluarga besar Raja Tanof yang selama ini terus menjaga situs bersejarah tersebut.

Wali Kota Kupang memastikan bahwa pada tahun 2026, pemerintah akan melakukan penataan kawasan makam Raja Tanof secara lebih baik setelah situs tersebut ditetapkan sebagai cagar budaya. Ia menegaskan komitmen penyediaan anggaran untuk renovasi, termasuk pembangunan area foto dengan ornamen kayu dan simbol hati sebagai ikon Kota Kasih, serta penataan ulang berbagai elemen yang membutuhkan perbaikan.

Menurut dr. Christian Widodo, pelestarian situs sejarah bukan hanya tugas moral, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi Kota Kupang. Kunjungan wisata sejarah, kata dia, dapat mendorong pendapatan daerah dan memperkuat identitas budaya masyarakat.

Nilai-nilai kepemimpinan, keberanian, dan kesetiaan dari cerita Raja-Raja Tanof adalah sumber inspirasi bagi generasi masa kini. Pembangunan kota tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga pendidikan sejarah, kebersihan lingkungan, dan penyediaan fasilitas publik yang baik,” ujar Wali Kota.

BACA JUGA:  HLM TPID-TP2DD Jadi Momentum Penguatan Ekonomi dan Digitalisasi di Flores Bagian Timur

Di akhir sambutannya, Wali Kota Kupang secara resmi meluncurkan kedua buku tersebut sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya lokal. Ia juga meminta agar anggaran disiapkan untuk memperbanyak produksi buku agar dapat dibagikan kepada masyarakat luas.

Penulis Buku: Upaya Menjaga Ingatan Kolektif

Penulis kedua buku tersebut sekaligus Kepala UPTD SD Negeri Pal 1, Belmira Sagrada Ferrao Santos menyampaikan rasa syukur atas terbitnya karya tersebut. Ia menjelaskan bahwa proses penulisan berlangsung selama satu tahun dan disusun berdasarkan kajian mendalam mengenai sejarah Kerajaan Taebenu dan jejak makam Raja Tanof.

Belmira menekankan bahwa kedua buku tersebut merupakan ajakan untuk menjaga ingatan kolektif masyarakat karena warisan leluhur adalah sumber inspirasi dan identitas yang penting bagi generasi muda.

Ia menyampaikan terima kasih kepada keluarga Raja Tanof, Wali Kota Kupang, serta seluruh pihak yang mendukung hingga buku tersebut dapat diterbitkan dan diluncurkan secara resmi.

Sejarah Makam 13 Raja Tanof

Kompleks makam Raja Tanof merupakan situs penting yang menyimpan sejarah 13 pemimpin Kerajaan Taebenu, sebuah kerajaan lokal yang memiliki pengaruh besar dalam perjalanan sosial budaya masyarakat di wilayah Kupang. Keberadaan situs ini menjadi bukti nyata kekayaan sejarah dan budaya yang terus diwariskan hingga kini. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.