Warga Oesapa Barat Nilai Pemkot Kupang Tak Tegas dan Lamban Tindak Depo Air “Aurel”

oleh -1131 Dilihat
Kondisi Jalan Mesakh Amalo Rusak Berat Akibat Aktivitas Depo Air "Aurel" pada Selasa, 23 Desember 2025. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Warga Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, menilai Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang tidak tegas dan lamban dalam menangani persoalan aktivitas Depo Air “Aurel” yang berlokasi di Jalan Mesakh Amalo. Sikap tersebut dinilai memicu keresahan warga dan berujung pada keributan antara masyarakat dengan pemilik depo.
Tokoh masyarakat Oesapa Barat, Erens Leka mengatakan hingga kini belum terlihat langkah konkret dari Pemkot Kupang untuk menyelesaikan persoalan tersebut, meskipun dampak yang ditimbulkan sudah jelas dirasakan warga.

“Kalau tidak ada tindakan tegas dari Pemerintah Kota Kupang, persoalan Depo Air ‘Aurel’ ini tidak akan pernah tuntas,” tegas Erens kepada wartawan pada Selasa (23/12/2025).

Ia mengungkapkan, keributan terbaru terjadi setelah warga mendapati aktivitas pengisian air masih berlangsung, padahal sebelumnya telah ada keputusan bersama untuk menutup sementara operasional depo tersebut. Kejadian itu bahkan membuat Lurah Oesapa Barat, Christian Chandra, dan Camat Kelapa Lima, I Wayan Gede Astawan, turun langsung ke lokasi.

“Saya dengar ada warga yang memfoto karena melihat masih ada aktivitas pengisian air. Padahal kan sudah disepakati untuk ditutup sementara. Saya tahu Pak Lurah dan Pak Camat ada di lokasi,” ujarnya.

Menurut Erens, keberadaan Depo Air “Aurel” bukan hanya meresahkan warga sekitar, tetapi juga merugikan seluruh pengguna Jalan Mesakh Amalo. Aktivitas truk tangki air yang keluar-masuk depo dinilai menjadi penyebab utama kerusakan badan jalan.

“Semua pengguna jalan terganggu karena jalan rusak parah dan berlubang. Apalagi di samping depo ada sekolah, ini sangat rawan kecelakaan lalu lintas,” katanya.

Erens menambahkan, Depo Air “Aurel” yang izin usahanya tercatat atas nama CV Ekasari Dwiputri, harus bertanggung jawab atas kerusakan jalan di sekitar lokasi. Ia menolak klaim pemilik depo yang menyebut kerusakan jalan disebabkan oleh truk tangki air lain yang melintas di Jalan Mesakh Amalo.

“Kalau semua truk tangki air yang lewat merusak jalan, seharusnya sepanjang jalan itu rusak. Faktanya, yang rusak parah hanya di sekitar Depo Air ‘Aurel’. Ini fakta yang tidak bisa dibantah,” tandasnya.

Dia pun mengingatkan, apabila Pemkot Kupang terus terkesan melakukan pembiaran dan tidak mengambil tindakan tegas, warga Oesapa Barat siap melakukan aksi sebagai bentuk protes.

“Kami bisa tanam pohon di jalan yang rusak. Kami sudah bersuara, bahkan sempat mau dipolice-lice tapi dicabut kembali. Kalau pemerintah tidak hadir, maka warga yang akan bertindak,” pungkas Erens Leka. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.