Wali Kota Kupang Ingatkan Tantangan Pengelolaan Laut: Illegal Fishing hingga Pencemaran

oleh -740 Dilihat
Wali Kota Kupang Pose Bersama Pengurus Bakamla Kupang. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, secara resmi membuka kegiatan Pembinaan Relawan Penjaga Laut (Rapala) Kota Kupang yang digelar Badan Keamanan Laut (Bakamla) Kupang di Hotel Swiss-Belcourt Kupang pada Kamis (25/9/2025). Kegiatan ini dihadiri Kepala Stasiun Bakamla Kupang Mayor Bakamla Yeanry M. Olang jajaran Bakamla, perwakilan Kanwil Kementerian Hukum Provinsi NTT, Ketua HNSI Provinsi NTT, Ketua HNSI Kota Kupang, serta para anggota Rapala.

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan laut sebagai jati diri bangsa maritim Indonesia. Ia menyebut Indonesia memiliki 17.504 pulau dengan 70 persen wilayah berupa lautan yang menjadi jalur perdagangan, sumber pangan, dan ruang budaya.
“Laut ini penting sekali. Itulah jati diri kita sebagai negara maritim. Oleh karena itu, laut perlu kita jaga dan lestarikan dengan baik,” ujarnya.

Christian Widodo juga mengingatkan tantangan pengelolaan laut yang kian kompleks seperti illegal fishing, penyelundupan, pelanggaran hukum, hingga pencemaran laut. Menurutnya, aparat keamanan laut tidak mungkin bekerja sendiri mengawasi wilayah perairan yang luas sehingga kehadiran Rapala menjadi garda terdepan.
“Rapala bukan hanya menjaga, tetapi juga mengawasi, menjadi mata dan telinga bangsa di lautan. Atas nama Pemerintah Kota Kupang, saya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para relawan penjaga laut,” tegasnya.

Ia menambahkan, laut dan lingkungan bukan hanya warisan leluhur, melainkan pinjaman dari anak cucu di masa depan. “Kalau kita anggap warisan, kadang kita merasa bebas memperlakukannya. Tapi kalau pinjaman dari anak cucu, kita pasti akan menjaga baik-baik, karena suatu hari mereka akan menagihnya kembali,” ungkapnya.

Kepala Stasiun Bakamla Kupang, Mayor Bakamla Yeanry M. Olang, dalam laporannya menyampaikan bahwa pembinaan Rapala di Kupang bertujuan meningkatkan kolaborasi Bakamla dengan masyarakat, mengumpulkan data dan informasi yang akurat, serta mendorong kesadaran menjaga lingkungan laut dan ekonomi pesisir.

BACA JUGA:  Kombes Pol. Murry Mirranda Resmi Jabat Kasatgas Saber Pungli NTT Baru

Rapala Kupang sendiri baru berusia satu tahun sejak dibentuk 29 Juli 2024 dan memiliki 30 anggota dari berbagai latar belakang profesi seperti nelayan, pekerja swasta, mahasiswa, dosen, buruh, hingga wartawan. Sejak terbentuk, Rapala telah melakukan sejumlah aksi nyata seperti bersih pantai di berbagai titik pesisir Kota Kupang, penanaman pohon kelapa di Oesapa, pembuatan rumah ikan, hingga membantu korban bencana Gunung Lewotobi serta operasi pencarian dan pertolongan kecelakaan laut.

Selain itu, Rapala juga aktif mendukung masyarakat pesisir melalui kampanye perubahan iklim, budidaya rumput laut, serta pelatihan UMKM hasil olahan laut. “Harapannya, kegiatan pembinaan ini memberikan manfaat besar dalam menjaga keamanan dan keselamatan laut serta meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir Kota Kupang,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.