DPD RI Luncurkan Program Senator Peduli Ketahanan Pangan, Gubernur Melki Dorong NTT Jadi Lumbung Pangan Nasional

oleh -636 Dilihat
Gubernur Didampingi Wagub NTT Tanam Jagung Bersama DPD RI di Oenesu Kabupaten Kupang-NTT. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) resmi meluncurkan Program Senator Peduli Ketahanan Pangan di empat provinsi di Indonesia. Salah satunya di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dipusatkan di Kelurahan Oenesu, Kabupaten Kupang pada Sabtu (27/9/2025) siang. Agenda ini juga menjadi bagian dari peringatan HUT ke-21 DPD RI yang jatuh pada 1 Oktober mendatang.

Peluncuran di NTT dihadiri Wakil Ketua DPD RI Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Wakil Gubernur Johni Asadoma, Ketua DPRD NTT Emelia Julia Nomleni, unsur Forkopimda, para senator Sub Wilayah Barat II, serta empat Anggota DPD RI asal NTT yakni Angelius Wake Kako, Abraham Liyanto, Hilda Manafe, dan dr. Maria Stevi Harman. Dari Kementerian Pertanian hadir Plt. Dirjen Lahan dan Irigasi, Ir. Hermanto.

Dalam sambutannya, Hermanto menyebut NTT memiliki potensi pertanian luar biasa, khususnya jagung dengan luas lahan mencapai 112 ribu hektare dan total produksi 290 ribu ton per tahun.

“Jika potensi ini dioptimalkan, akan meningkatkan pendapatan petani sekaligus menggerakkan pelaku usaha. Kementan bersama DPD RI berkomitmen berkolaborasi dengan pemda untuk mewujudkan swasembada pangan, salah satunya melalui cetak sawah dan optimalisasi lahan dengan target 500 ribu hektare untuk NTT tahun ini,” tegasnya.

Gubernur Melki dalam sambutannya menekankan bahwa penanaman bibit jagung pada kegiatan tersebut menjadi simbol kebangkitan semangat swasembada pangan di bumi Flobamorata.

“Kita ingin membuktikan bahwa NTT yang sering dicap rawan pangan, sesungguhnya bisa menjadi lumbung pangan jika dikelola dengan strategi tepat, teknologi modern, dan dukungan semua pihak. Ini momentum kita untuk bangkit dalam mewujudkan swasembada pangan di NTT,” ujarnya.

BACA JUGA:  Pasca Kedatangan Wapres Gibran, Pengamanan Bundaran PU Kupang Diperketat Jelang Pawai Paskah GMIT 2026

Ia juga mendorong masyarakat Oenesu mengembangkan pertanian terpadu (tanaman pangan dan ternak), mengolah hasil panen menjadi produk turunan jagung, memperkuat koperasi desa untuk pemasaran kolektif, serta melibatkan generasi muda melalui pertanian modern.
“Hilirisasi itu penting. Jangan hanya menjual jagung dalam bentuk mentah, tetapi kembangkan produk turunan seperti tepung jagung, pakan ternak hingga camilan sehat yang bisa dipasarkan lebih luas,” imbuhnya.

Sementara itu, GKR Hemas menegaskan Program Senator Peduli Ketahanan Pangan mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya dalam bidang ekonomi kerakyatan dan ketahanan pangan.
“Fokus kita pada jagung sebagai komoditas strategis yang memiliki peran vital baik untuk pangan, pakan ternak maupun energi alternatif. Namun kita juga harus mendorong ketersediaan pabrik pakan jagung di NTT agar rantai pasok lebih efisien,” katanya.

Dalam kesempatan itu, sekitar 300 petani hadir secara langsung. Secara simbolis, benih jagung dan bantuan alsintan diserahkan kepada tujuh kelompok tani. Para senator bersama Gubernur dan Wakil Gubernur NTT juga melakukan penanaman bibit secara simbolis sebagai bentuk gotong royong mewujudkan ketahanan pangan.

Menjawab kekhawatiran petani soal pemasaran, Gubernur Melki menegaskan pemerintah akan membantu penyerapan hasil panen. “Jagung dapat dijual ke Bulog dengan harga minimal Rp5.500 per kilogram. Pemerintah akan bantu agar semua dipasarkan dengan baik,” jelasnya.

Menurut rencana, pengembangan awal dilakukan di 50 hektare lahan di Kabupaten Kupang, kemudian dilanjutkan di 450 hektare di sembilan kabupaten lain di NTT. Pemerintah pusat melalui Kementan, Pemprov NTT, Forkopimda dan DPD RI berkomitmen memberikan pendampingan berkelanjutan, tidak hanya saat pencanangan saja.

Program Senator Peduli Ketahanan Pangan diharapkan menjadi pemicu lahirnya keyakinan baru bahwa daerah tidak hanya menunggu kebijakan pusat, tetapi juga mampu memberi solusi nyata bagi ketahanan pangan bangsa dari Bumi Flobamorata. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.