Suarantt.id, Kupang-Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa langkah efisiensi anggaran yang sedang dilakukan Pemerintah Kota Kupang tidak akan mengurangi dukungan terhadap kegiatan keagamaan. Penegasan itu disampaikan saat membuka secara resmi Utsawa Dharma Gita ke-10 tingkat Kota Kupang di Hotel Kristal pada Sabtu (18/10/2025).
Utsawa Dharma Gita merupakan festival nyanyian suci keagamaan Hindu yang bertujuan melestarikan seni sastra keagamaan, menumbuhkan kecintaan terhadap ajaran Hindu, serta mengembangkan bakat generasi muda melalui lantunan nyanyian suci. Tahun ini, kegiatan tersebut diikuti oleh 138 peserta dari berbagai kalangan.
Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan acara tersebut yang dinilai semakin baik dari tahun ke tahun.
“Saya merasa bangga dan sangat mengapresiasi acara ini. Kehadiran para profesor, dokter, dan tokoh masyarakat menjadi bukti bahwa kegiatan ini mendapat perhatian luas,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam menyukseskan acara tersebut.
“Saya melihat kualitas pelaksanaan tahun ini jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” tambahnya.
Terkait dengan anggaran kegiatan, Wali Kota dr. Christian Widodo menegaskan bahwa efisiensi tidak berarti memangkas kegiatan yang bernilai spiritual dan sosial.
“Meski kami sedang melakukan efisiensi anggaran, tapi saya pastikan yang kami kurangi adalah perjalanan dinas dan pengadaan mobil dinas, bukan kegiatan keagamaan seperti ini,” tegasnya.
Menurutnya, pembangunan sebuah kota tidak semata-mata diukur dari kemajuan infrastruktur, tetapi juga dari keseimbangan aspek rohani dan sosial masyarakatnya.
“Membangun kota bukan sekadar membangun jalan atau gedung. Kita juga harus membangun pendidikan, kesehatan, spiritualitas, dan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, dr. Christian juga mengumumkan bahwa Kota Kupang akan menjadi tuan rumah Utsawa Dharma Gita tingkat Provinsi tahun depan. Ia berkomitmen untuk mempersiapkan pelaksanaannya sebaik mungkin agar memberikan kesan positif bagi peserta maupun masyarakat.
Menutup sambutannya, Wali Kota Kupang menyampaikan pesan penuh makna tentang pentingnya menjaga harapan dalam kehidupan.
“Tanpa makanan, manusia bisa bertahan tiga minggu. Tanpa air, beberapa hari. Tanpa udara, hanya beberapa menit. Tapi tanpa harapan, manusia sebenarnya sudah mati,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat optimisme dan kebersamaan.
“Mari kita terus menjaga harapan agar Kota Kupang menjadi rumah yang nyaman dan membanggakan bagi kita semua,” tutupnya. ***







