Hadapi Musim Hujan 2025, Gubernur Melki Tegaskan Pentingnya Antisipasi Dini Bencana di NTT

oleh -575 Dilihat
Gubernur NTT Pimpin Apel Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Hidrometeorologi di Halaman Kantor Gubernur NTT pada Jumat, 21 November 2025. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, memimpin Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Hidrometeorologi Tingkat Provinsi NTT yang berlangsung di halaman Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT, Jumat (21/11/2025) pagi. Kegiatan ini digelar untuk memastikan seluruh instansi siap menghadapi potensi cuaca ekstrem saat memasuki musim penghujan.

Apel tersebut dihadiri Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, jajaran Forkopimda, serta unsur pemerintah daerah. Sekitar 100 peserta dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD se-NTT, BMKG kabupaten/kota, Kwartir Daerah Pramuka NTT, Tagana, relawan kebencanaan, dan berbagai unsur masyarakat turut mengikuti kegiatan ini. Para Sekretaris Daerah se-NTT juga mengikuti apel secara daring.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga angin kencang merupakan kejadian berulang di NTT yang memerlukan kewaspadaan maksimal. Menurutnya, kesiapsiagaan tidak boleh hanya dilakukan ketika bencana sudah terjadi, tetapi harus dimulai jauh sebelum kondisi cuaca memburuk.

“Sebentar lagi kita akan masuk musim penghujan. Kita belum tahu seperti apa situasinya nanti, tetapi kita harus mengantisipasi lebih awal melalui edukasi, sosialisasi, dan kesiapsiagaan, baik pada kondisi darurat maupun sebelum bencana terjadi,” ujar Gubernur Melki.

Ia menjelaskan, apel ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden RI serta arahan Menteri Dalam Negeri terkait penguatan mitigasi bencana di daerah. Melki menekankan bahwa sebagai wilayah dengan potensi bencana tinggi, NTT membutuhkan koordinasi dan kolaborasi lintas sektor yang lebih solid.

“Sesuai arahan Presiden, menjadi kewajiban kita semua—pemerintah, instansi vertikal, dan unsur pelaksana tugas—untuk memastikan kesiapan yang lebih baik. Kita harus meminimalkan risiko dan mengutamakan keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Usai apel, Gubernur Melki dan Wakil Gubernur Johni Asadoma meninjau kesiapan peralatan dan personel, termasuk kendaraan darurat, perahu karet, alat selam, gergaji mesin, mesin perahu, peralatan SRT, rope access, dan sejumlah sarana penanggulangan bencana lainnya.

Melalui sambungan daring, Gubernur dan Wakil Gubernur juga berdialog dengan para Sekretaris Daerah selaku Ex Officio Kepala BPBD di tiap kabupaten/kota. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur mengimbau seluruh daerah segera menggelar rapat konsolidasi dan memastikan kesiapan sumber daya manusia maupun peralatan menghadapi cuaca ekstrem.

“Minggu ini agar daerah-daerah segera melakukan konsolidasi internal. Pastikan semua unsur siap,” pintanya.

Wakil Gubernur Johni Asadoma turut menyoroti kondisi cuaca di beberapa kabupaten, termasuk potensi curah hujan tinggi di kawasan Gunung Lewotobi, Flores Timur. Pemerintah daerah setempat memastikan kondisi saat ini masih landai, namun tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko banjir lahar dingin.

“Kami sedang mempersiapkan gelar pasukan dan akan melakukan rapat koordinasi pada Senin mendatang,” kata Sekda Flores Timur dalam laporannya.

Mengakhiri kegiatan, Gubernur Melki kembali menegaskan pentingnya semangat gotong royong dan kesiapsiagaan kolektif dalam menghadapi potensi bencana di NTT.

“Ayo siapkan diri menghadapi bencana. Kesiapsiagaan membuat kita waspada, dan kewaspadaan itulah yang dapat menyelamatkan banyak nyawa,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kerja sama antara pemerintah, TNI–Polri, para relawan, hingga masyarakat luas adalah kunci untuk meminimalkan risiko bencana sekaligus memperkuat ketangguhan daerah menghadapi cuaca ekstrem.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.