Gubernur Melki Ajak Umat Muslim NTT Belajar dari Komitmen Nabi Ibrahim

oleh -1960 Dilihat
Gubernur NTT Pose Bersama Ketua Yayasan Masjid Albaitul Qadim Airmata, Abdul Syukur Dapubeang dan Pengurus Lainnya. (Foto Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Dalam suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan umat, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menyerahkan secara simbolis bantuan kemasyarakatan dari Presiden Republik Indonesia berupa hewan kurban kepada umat Muslim di Masjid Baiturrahman Bakunase, Kota Kupang, pada Jumat (6/6/2025). Penyerahan ini dilanjutkan dengan peninjauan proses penyembelihan hewan kurban bantuan Pemerintah Provinsi NTT di Masjid Agung Al-Baitul Qadim.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, yang diwarnai dengan semangat keikhlasan, kepedulian sosial, dan persaudaraan antarumat beragama di NTT.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menyampaikan ucapan selamat merayakan Idul Adha kepada seluruh umat Muslim di NTT. Ia mengajak umat untuk merenungkan makna spiritual dari pengorbanan Nabi Ibrahim, yang menjadi dasar dari ibadah kurban.

“Belajar dari komitmen Nabi Ibrahim akan kesetiaannya kepada Allah dan kesediaannya mengorbankan anaknya Ismail, kita diminta untuk meneladani ketulusan dan ketaqwaan. Komitmen sejati lahir dari dalam hati dan diwujudkan melalui tindakan nyata. Memberikan kurban adalah salah satu cara konkret untuk mendekatkan diri kepada Allah,” ungkap Gubernur Melki.

Mengangkat tema “Pengorbanan dalam Kurban, Simbol Keikhlasan Hati”, Gubernur menyebut bahwa nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang terus dibangun di Provinsi NTT. Bantuan hewan kurban dari Presiden RI juga menjadi bentuk nyata kehadiran negara bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang kurang mampu.

Ia juga mengajak masyarakat untuk merefleksikan dua dimensi penting dalam perayaan Idul Adha: dimensi ibadah dan dimensi sosial.

“Pertama, kurban adalah bentuk pendekatan diri kepada Tuhan, yang membentuk pribadi yang bersih hati, rendah diri, dan penuh kasih. Kedua, pembagian daging kurban adalah simbol keadilan sosial—mempererat hubungan antara yang mampu dan yang membutuhkan,” jelasnya.

Menurut Gubernur, keseimbangan antara ibadah dan kepedulian terhadap sesama merupakan inti dari kehidupan beriman yang utuh dalam ajaran Islam. Ia menekankan pentingnya menjaga semangat persatuan dalam keberagaman yang menjadi ciri khas Flobamorata (Flores, Sumba, Timor, Alor, dan sekitarnya).

“Flobamorata adalah simbol keberagaman yang menyatu. Mari kita terus membangun NTT dengan semangat Ayo Bangun NTT,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Gubernur Melki juga menyampaikan apresiasi kepada para tokoh agama dan lembaga keagamaan yang terus aktif berperan dalam kehidupan sosial masyarakat. Ia menyatakan bahwa cita-cita membangun NTT yang sehat, cerdas, dan sejahtera akan tercapai apabila semua elemen masyarakat bergandeng tangan dalam semangat toleransi dan kolaborasi.

Perayaan Idul Adha di NTT berlangsung khidmat dan menjadi momentum memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, solidaritas sosial, dan toleransi antarumat beragama di tengah masyarakat majemuk. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.