Suarantt.id, Kupang-Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, kembali menunjukkan komitmennya terhadap pemerintahan yang terbuka dan responsif dengan menggelar dialog terbuka bersama warga Kelurahan Kelapa Lima pada Rabu (11/6/25) sore, di halaman rumah jabatan Wali Kota. Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, Wali Kota mendengarkan langsung pengaduan dan aspirasi dari warga RT 21, 22, 23, 24, dan 25.
Dialog tersebut turut dihadiri oleh sejumlah Ketua RT dan RW, Kepala Perangkat Daerah, serta Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang.
Respon Cepat Atas Keluhan Warga
Berbagai persoalan lingkungan disampaikan oleh para perwakilan warga, mulai dari penerangan jalan, keterlambatan proyek, usulan pembangunan puskesmas baru, hingga masalah kebersihan dan keamanan.
Ketua RT 22, Yunias Massie, mengeluhkan sejumlah lampu jalan yang mati. Wali Kota langsung merespons dengan meminta dokumentasi titik lampu rusak untuk ditindaklanjuti oleh Dinas PUPR, dan menjanjikan penyediaan nomor kontak resmi OPD terkait untuk mempermudah koordinasi.
Sementara itu, Ketua RT 23, Yanto, mengangkat dua isu: keterlambatan proyek saluran resapan di depan sekolah dasar dan usulan pembangunan puskesmas tambahan. Wali Kota menjelaskan bahwa proyek drainase kini dalam tahap lelang dan menjanjikan tindak lanjut usulan puskesmas dalam perencanaan tahun 2026, setelah studi teknis dilakukan dalam waktu satu minggu.
Sorotan terhadap Keamanan dan Kebersihan
Usulan terkait keamanan dan pencahayaan Taman Nostalgia (Tamnos) juga mencuat. Elias, warga RT 22, meminta penambahan lampu dan penjagaan di area taman. Menanggapi hal ini, Wali Kota menyebutkan bahwa penerangan akan ditambah dengan lampu hias pohon, serta akan diterapkan penjagaan Satpol PP dalam tiga shift setelah renovasi kantor jaga selesai.
Bernad Kolimon, Ketua RT 25, menyoroti penanganan sampah di kawasan RT 22 dan RT 23. Ia mengusulkan penempatan kontainer sampah untuk memperbaiki kebersihan lingkungan. Wali Kota menyetujui usulan tersebut dan menetapkan jam buang sampah pukul 18.00–05.00 WITA, serta jam pengangkutan sampah pukul 05.00–09.00 WITA.
Masalah Kesehatan dan Kesejahteraan Kader Posyandu
Merry Wabang, kader Posyandu Permata Ibu Tujuh, mengeluhkan belum cairnya dana operasional PMT selama enam bulan dan belum diterimanya honor kader yang bertugas menggantung ember Wolbachia. Menanggapi hal ini, Wali Kota menjelaskan bahwa pencairan dana PMT triwulan I sudah dimulai pada 11 Juni 2025 dan akan segera diikuti pencairan triwulan II. Ia juga berkomitmen menaikkan insentif kader dari Rp150.000 menjadi Rp200.000 per kegiatan, serta menambah alokasi bantuan dalam APBD 2026.
Penertiban Parkir Liar di Trotoar Sekolah
Seorang warga RT 23 meminta penertiban kendaraan yang parkir di atas trotoar depan SD Bertingkat Kelapa Lima, karena merusak fasilitas umum. Wali Kota pun memerintahkan Satpol PP untuk segera bertindak tegas terhadap pelanggaran tersebut.
Pemerintahan Terbuka dan Efisien
Wali Kota menegaskan bahwa seluruh masukan warga akan segera ditindaklanjuti oleh perangkat daerah teknis. Ia juga mengapresiasi sikap warga yang menyampaikan aspirasi dengan tertib dan konstruktif.
“Saya senang karena warga Kota Kupang kini makin cerdas dan dewasa dalam menyampaikan aspirasi. Tidak perlu marah-marah, cukup datang dan bicara, kami siap mendengar dan bertindak,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa dalam kondisi anggaran yang terbatas, Pemkot Kupang tetap memprioritaskan layanan publik. Salah satunya, dengan kebijakan tidak membeli mobil dinas baru dan memangkas anggaran perjalanan dinas, agar dananya dapat dialihkan ke kebutuhan masyarakat seperti honor kader, kebersihan, dan pelayanan dasar lainnya.
Program Berkelanjutan dan Santap Bersama
Menutup pertemuan, Wali Kota mengumumkan bahwa kegiatan serupa akan digelar rutin setiap minggu dan Pemkot akan menyiapkan hotline khusus untuk pengaduan masyarakat. Acara ditutup dengan santap sore bersama, menyajikan pangan lokal sebagai bentuk kebersamaan dan dukungan terhadap komunitas lokal.





