Kupang Exotic Culinary Dorong Hilirisasi, Inflasi NTT Tetap Terkendali

oleh -2595 Dilihat
Inflasi NTT Juni 2025. (Foto Humas BPS NTT)

Suarantt.id, Kupang-Upaya penguatan sinergi dan kolaborasi antar pihak dalam menjaga kestabilan inflasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan hasil positif. Pada Semester I tahun 2025, Provinsi NTT mencatatkan deflasi sebesar 0,11 persen (month-to-month/mtm) atau 1,72 persen (year-on-year/yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 1,87 persen (yoy). Capaian ini juga berada pada rentang bawah sasaran target inflasi tahun 2025 sebesar 2,5±1 persen (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Agus Sistyo Widjajati, menyampaikan bahwa kondisi inflasi yang terjaga ini didukung oleh keberhasilan dalam menjaga produksi komoditas, khususnya produksi padi (GKG) yang tumbuh sebesar 38,18 pers (yoy) pada paruh pertama tahun ini. Pertumbuhan ini terjadi seiring dengan cuaca yang kondusif yang mendukung aktivitas pertanian di wilayah NTT.

“Produksi pangan yang stabil menjadi kunci utama dalam mengendalikan inflasi di daerah. Namun lebih dari itu, strategi diversifikasi dan hilirisasi pangan lokal juga sangat penting untuk menciptakan kestabilan harga serta meningkatkan nilai tambah produk pertanian,” ujarnya.

Dalam mendukung strategi tersebut, Bank Indonesia bersama Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi NTT serta Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT menggelar kegiatan Kupang Exotic Culinary. Kegiatan ini menjadi ajang pengembangan UMKM, penciptaan produk unggulan berbahan lokal, serta promosi pangan lokal NTT sebagai kuliner khas yang potensial menjadi ikon oleh-oleh daerah.

Rangkaian kegiatan dalam Kupang Exotic Culinary meliputi:

  • Live cooking competition yang menampilkan chef profesional dalam mengolah pangan lokal,
  • Kompetisi barista untuk mendukung pengembangan komoditas kopi unggulan NTT, serta
  • Pameran produk UMKM berbahan dasar lokal.

Tidak hanya dari sisi produksi, dari sisi hilir, inisiatif pendirian Toko Pangan GG Mart oleh GMIT bekerja sama dengan Bank Indonesia juga diharapkan dapat memperkuat jalur distribusi dan pemasaran produk lokal. Toko ini menjadi pusat hilirisasi berbagai produk pangan unggulan yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.

BACA JUGA:  Festival GMKI 2025 Meriahkan Penutupan Dies Natalis ke-63 di Kupang

Kekayaan sumber daya alam dan keanekaragaman pangan lokal seperti jagung, ubi, kelor, pisang, sorgum, hingga hasil laut, dinilai menyimpan potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk kuliner inovatif dan bernilai jual tinggi. Dengan mendorong hilirisasi, hasil produksi petani tidak hanya terjual sebagai bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk jadi yang memberi manfaat ekonomi lebih besar bagi masyarakat.

Melalui sinergi yang terus diperkuat antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat, NTT menunjukkan langkah nyata dalam menjaga kestabilan inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.