Kunjungi UPT Samsat TTS Johni Asadoma Tekankan Pelayanan Bebas Pungli dan Optimalisasi PAD

oleh -3833 Dilihat
Wagub NTT Pose Bersama Staf UPT Samsat TTS. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, So’E-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma melakukan kunjungan kerja ke Kantor UPT Samsat Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) pada Jumat (18/7/25).

Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung kualitas pelayanan publik dan mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak kendaraan bermotor.

Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut, Staf Ahli Gubernur Ady Mandala, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT Joaz Bily Oemboe Wanda, serta Kepala Biro Pemerintahan Setda NTT Doris Rihi.

Dalam kunjungan tersebut, Wagub Johni meninjau loket pelayanan administrasi dan berdialog langsung dengan para petugas Samsat. Ia menekankan pentingnya pelayanan publik yang humanis, bebas pungutan liar (pungli), serta efisien dan transparan kepada masyarakat.

“Tujuan saya datang di sini ingin memastikan bahwa pelayanan kepada masyarakat berjalan baik. Tidak boleh ada pungli. Layani sesuai prosedur dan jangan mempersulit warga yang datang dari jauh hanya untuk bayar pajak,” tegas Johni Asadoma.

Selain itu, Wagub Johni juga menerima laporan dari Kepala UPT Samsat TTS, Frits Leki, mengenai target dan realisasi penerimaan pajak kendaraan bermotor (PKB), tunggakan PKB, bea balik nama kendaraan (BBNKB), serta data wajib dan objek pajak.

Dalam arahannya, Wagub Johni mengungkapkan bahwa meskipun realisasi penerimaan pajak telah mencapai 90 persen dari target sebesar Rp 31 miliar, masih terdapat selisih signifikan antara jumlah kendaraan yang tercatat (39.277 unit) dengan jumlah kendaraan yang membayar pajak (11.276 unit).

“Ada 28.001 kendaraan yang tidak membayar pajak. Ini harus menjadi perhatian. Pendataan harus dilakukan secara akurat. Kita tidak bisa hanya puas dengan capaian target. Potensi yang ada harus digarap lebih maksimal,” katanya.

Ia menegaskan pentingnya sinkronisasi data wajib dan objek pajak, serta pengembangan sistem pendataan yang efektif guna meningkatkan akurasi dan pemutakhiran informasi perpajakan.

BACA JUGA:  NTT Mart by OSOP di SMKN 2 Kupang, Perkuat Gerakan One School One Product

Lebih lanjut, Johni Asadoma meminta jajaran UPT Samsat TTS untuk meningkatkan sinergi dengan Pemerintah Kabupaten TTS serta berbagai pihak terkait guna meningkatkan kesadaran wajib pajak melalui program-program inovatif.

“Kolaborasi itu penting. Lakukan strategi jemput bola, door to door, serta manfaatkan media yang ada. Cari terobosan. Kerja harus cerdas dan keras,” tegasnya.

Menanggapi laporan tentang kendaraan yang sudah dijual keluar daerah atau rusak total namun belum dilaporkan oleh wajib pajak, Johni meminta agar hal ini diinventarisir agar data lebih akurat.

Di akhir kunjungan, Wakil Gubernur kembali mengingatkan pentingnya semangat, disiplin, dan integritas aparatur Samsat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Potensi pajak kendaraan bermotor merupakan salah satu sumber utama PAD kita. Ini akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan dan pelayanan publik. Jadi harus dikelola dengan serius dan profesional,” pungkas Johni Asadoma.

Dengan target PAD NTT tahun 2025 sebesar Rp 2,8 triliun naik signifikan dari tahun sebelumnya sebesar Rp 1,7 triliun—pemerintah provinsi berkomitmen untuk terus menggali potensi pendapatan daerah secara optimal, salah satunya melalui sektor perpajakan kendaraan bermotor. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.