320 PNS Pemprov NTT Terima Satyalancana Karya Satya, Jadi Panutan bagi ASN Muda

oleh -1079 Dilihat
PNS Pemprov NTT Penerima Satyalencana Pose Bersama Gubernur NTT. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menganugerahkan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya X, XX, dan XXX Tahun kepada 320 Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkup Pemerintah Provinsi NTT. Acara tersebut berlangsung di Aula Eltari, Kupang pada Rabu (13/8/2025).

Penghargaan ini diberikan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 67/TK/Tahun 2024, yang menetapkan 194 PNS dengan masa pengabdian 10 tahun, 78 PNS dengan masa pengabdian 20 tahun, dan 48 PNS dengan masa pengabdian 30 tahun.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa Satyalancana Karya Satya adalah bentuk penghargaan negara atas jasa dan pengabdian ASN dalam menggerakkan roda pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan publik sesuai tugas dan jabatan yang diemban.

“Penghargaan ini menjadi simbol bahwa anda telah masuk jajaran birokrat yang matang, berpengalaman, senior, dan pantas dijadikan panutan serta inspirasi bagi birokrat muda maupun CPNS baru,” ujarnya.

Melki menyebut, masa pengabdian yang panjang telah membentuk para ASN menjadi sosok yang memahami seluruh siklus birokrasi, mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pengawasan, hingga evaluasi. Karena itu, ia berharap seluruh penerima penghargaan menjadi problem solver (pemecah masalah), bukan problem maker (pembuat masalah) yang justru menghambat kinerja organisasi.

Ia juga mengingatkan bahwa penghargaan ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja. Di tengah perkembangan teknologi dan tuntutan kerja yang semakin kompetitif, ASN dituntut tidak hanya memiliki disiplin, semangat pelayanan, loyalitas, dan dedikasi, tetapi juga inovasi, kreativitas, integritas, responsivitas, dan kemampuan berkolaborasi.

Lebih lanjut, Gubernur menegaskan bahwa ASN adalah motor penggerak pembangunan di NTT. Ia optimistis, dengan aparatur yang disiplin, kompeten, dan berintegritas, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp2,8 triliun pada tahun 2026 dapat tercapai, sekaligus mendorong keberhasilan program One Village/Community One Product (OVOP/OMOP) dan Gerakan Beli NTT.

“Penghargaan yang diterima hendaknya dimaknai sebagai pengingat bahwa pengabdian saudara/i belum selesai. Banyak pekerjaan menanti, banyak tantangan di depan mata, dan daerah ini masih membutuhkan tenaga, pikiran, dan pelayanan anda semua,” pungkas Melki. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.