Bupati Sumba Timur Apresiasi Perhatian Gubernur Melki Laka Lena terhadap Daerahnya

oleh -1145 Dilihat
Gubernur NTT Didampingi Bupati dan Wabup Sumba Timur Pose Bersama Masyarakat Penerima BPJS Kesehatan. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Waingapu-Gubernur NTT Melkiades Laka Lena melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke kabupaten Sumba Timur. Beliau didampingi Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali dan Wakil Bupati Yonathan Hani melakukan tatap muka dengan para Kepala Desa, Lurah, dan Camat se-Kabupaten Sumba Timur. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Nasional Umbu Tipuk Marisi pada Sabtu (13/9/2025) malam.

Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas perhatian Gubernur terhadap daerahnya. “Kunjungan ini bukan yang pertama. Dalam masa jabatan Bapak sebagai Gubernur, Kabupaten Sumba Timur telah beberapa kali mendapat perhatian dan kunjungan langsung. Untuk itu, kami merasa bangga sekaligus berterima kasih atas perhatian yang terus Bapak berikan,” ujarnya.

Menurut laporan Bupati Umbu, pertemuan ini dihadiri 22 Camat, 140 Kepala Desa, 16 Lurah, serta 44 Penjabat Kepala Desa dengan total sekitar 200 pimpinan desa dan kelurahan. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen bersama mendukung agenda pembangunan daerah. Ia juga menegaskan penyelenggaraan pemerintahan di Sumba Timur berjalan baik meski menghadapi berbagai tantangan sosial. “Dinamika yang sempat muncul di tengah masyarakat dapat dikelola dengan baik sehingga tetap tercipta situasi yang aman, tertib, dan kondusif,” jelasnya.

Dalam arahannya, Gubernur Melki Laka Lena menekankan pentingnya kepesertaan aktif dalam program BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Ia mengingatkan agar pola komunikasi antar pemerintah desa, kabupaten, hingga provinsi berjalan baik agar masyarakat tidak kehilangan hak jaminan sosial akibat status kepesertaan yang tidak aktif. “Iuran BPJS itu sangat terjangkau, setara dengan harga sebungkus rokok. Dengan biaya kecil, manfaatnya besar mulai dari perlindungan kesehatan, kecelakaan kerja, hingga jaminan kematian,” jelasnya.

Gubernur juga menyoroti program renovasi rumah layak huni sebagai langkah strategis menekan angka kemiskinan. Menurutnya, memperbaiki rumah berarti menyentuh langsung beberapa parameter kemiskinan sekaligus. Ia mengajak semua pihak, baik pemerintah provinsi, kabupaten, hingga desa, bersinergi memanfaatkan dana yang ada secara optimal dan tepat sasaran.

BACA JUGA:  Tour De EnTeTe 2025 Resmi Dimulai, Gubernur Melki Laka Lena Kibarkan Bendera Start di Kupang

Selain itu, Gubernur Melki mengingatkan pentingnya mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dicanangkan pemerintah pusat. Ia juga mendorong perubahan pola penjualan hasil produksi pertanian, perikanan, dan peternakan melalui pendekatan panen–olah–kemas–jual yang sejalan dengan program One Village One Product (OVOP) dan NTT Mart. “Kita harus menjadi tuan di tanah sendiri. Saya harapkan ke depan program OVOP akan berkembang hingga ke berbagai organisasi lain di Kabupaten Sumba Timur, seperti One Church One Product hingga yang terkecil One Community One Product,” tandasnya.

Pada kesempatan itu, Gubernur menyerahkan secara simbolis Kartu JKN-KIS bagi masyarakat kurang mampu serta Kartu BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan. Ini menjadi wujud komitmen pemerintah membangun sistem perlindungan sosial yang inklusif, sehingga masyarakat kurang mampu maupun pekerja rentan dapat hidup lebih aman, sehat, dan sejahtera.

Sementara itu, Kepala Bagian Kepesertaan BPJS Kesehatan Kabupaten Sumba Timur, Gede Putu Adi Wiranatha, melaporkan bahwa per 1 September 2025 cakupan kepesertaan JKN aktif di Kabupaten Sumba Timur telah mencapai 93,21%. Dengan demikian, syarat Universal Health Coverage (UHC)—yakni minimal 98% penduduk terdaftar dan 80% aktif—telah terpenuhi. “Kami menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumba Timur yang telah menganggarkan dan memastikan seluruh penduduk terlindungi. Dengan demikian, masyarakat kurang mampu atau sedang sakit namun belum memiliki jaminan kesehatan dapat langsung didaftarkan oleh Pemda melalui rekomendasi Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan,” urai Gede Wiranatha.

Turut hadir Ketua TP PKK Provinsi NTT Mindriyati Astiningsih Laka Lena, perwakilan perangkat daerah lingkup Pemprov NTT, serta pimpinan perangkat daerah lingkup Kabupaten Sumba Timur. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.