Sumur Jobong Warisan Majapahit di Peneleh Surabaya Jadi Daya Tarik Media Gathering BI NTT

oleh -512 Dilihat
Sumur Jobong Berlokasi di Peneleh Surabaya. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Surabaya-Rombongan Media Gathering Bank Indonesia (BI) Perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT) diajak mengunjungi Kawasan Peneleh, Surabaya, pada Jumat (26/9/2025) siang. Kawasan ini kembali menjadi perhatian publik setelah ditemukannya Sumur Jobong—sumur kuno yang diperkirakan berasal dari era Majapahit. Penemuan bersejarah ini hanya berjarak puluhan meter dari rumah kelahiran Proklamator Kemerdekaan Indonesia, Soekarno, dan menambah daftar panjang peninggalan bersejarah di Peneleh.

Sumur Jobong pertama kali ditemukan warga pada 2018. Struktur sumur terbuat dari terakota dengan kedalaman sekitar 45 sentimeter hingga 2 meter dan diameter 63 sentimeter. Temuan ini mengejutkan karena di sekitarnya ditemukan pula fragmen bata kuno, keramik, gerabah, tulang hewan, serta rangka manusia yang diperkirakan berasal dari abad ke-14 hingga 16 Masehi.

Uji karbon yang dilakukan oleh Museum Etnografi Universitas Airlangga bekerja sama dengan peneliti Australia menunjukkan usia Sumur Jobong berada pada periode 1430–1608 Masehi, bahkan berlanjut hingga 1640 Masehi. Berdasarkan jejak sejarah, masa ini bertepatan dengan runtuhnya Kerajaan Majapahit (1293–1527 Masehi) yang didirikan Raden Wijaya setelah mengalahkan Jayakatwang, dan mencapai puncak kejayaan di bawah Raja Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada pada 1350–1389.

Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Jawa Timur juga telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi penemuan. Hasil identifikasi menunjukkan sumur tersebut mirip dengan jobong atau sumur di era Majapahit, yang umumnya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, ritual keagamaan, dan pertanian skala kecil.

Selain itu, ditemukan pula tulang belulang dari kerbau, sapi, rusa, kambing, unggas, hingga tulang manusia. Hasil pemeriksaan mengungkapkan adanya satu tulang laki-laki, tiga tulang perempuan, dan satu tulang bayi berusia dua bulan. Penelitian DNA menunjukkan kemiripan hingga 97 persen antara tulang manusia yang ditemukan dengan warga asli Peneleh berusia lanjut saat ini. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa kawasan Desa Peneleh pernah menjadi pusat pemukiman dan aktivitas peradaban masa lalu.

BACA JUGA:  Inspektorat NTT Tingkatkan Pengawasan Fisik Proyek PUPR: Tekan Risiko, Dorong Transparansi dan Kualitas Pekerjaan

Keberadaan Sumur Jobong melengkapi deretan peninggalan sejarah di kawasan Peneleh, seperti Masjid Jami’ Peneleh yang diyakini terkait dengan dakwah Sunan Ampel, serta Prasasti Canggu bertarikh 1358 Masehi. Kawasan ini juga menjadi saksi kelahiran Bung Karno, yang menegaskan posisi Peneleh sebagai pusat sejarah penting sejak masa Majapahit hingga era pergerakan nasional.

“Sumur Jobong bukan hanya peninggalan arkeologis, tetapi juga bukti bahwa Peneleh adalah kawasan peradaban penting yang terhubung langsung dengan sejarah Nusantara,” ujar salah satu peneliti dari BPCB Trowulan.

Sementara itu, Pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Heritage Peneleh, Agus Santoso, menjelaskan bahwa air dari sumur tersebut diyakini masyarakat memiliki khasiat menyembuhkan penyakit.

“Beberapa waktu lalu ada sepasang suami istri membawa bayi mereka dan memandikan di sumur itu. Beberapa bulan kemudian mereka kembali mengucapkan terima kasih karena bayi mereka sembuh,” ungkapnya.

Seorang dokter yang meneliti kandungan air Sumur Jobong menyebut kadar garam dalam air sumur tersebut cukup baik untuk kesehatan. Hal ini membuat beberapa wartawan yang ikut dalam kunjungan media gathering turut mencoba mencuci muka dan mengambil air sumur tersebut untuk dibawa pulang ke NTT.

Rombongan Media Gathering BI Perwakilan NTT tampak antusias saat menelusuri kawasan Peneleh. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkenalkan lebih luas warisan sejarah Surabaya kepada masyarakat Indonesia, sekaligus memperkuat peran Peneleh sebagai salah satu destinasi wisata sejarah dan budaya yang penting. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.