Di Tengah Tantangan Ekonomi, Koperasi Merah Putih Jadi Harapan Baru: Sekda Kota Kupang Serukan Penguatan Kapasitas

oleh -338 Dilihat
Sekda Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, Buka Kegiatan Bimtek Penguatan Kapasitas Pengurus Koperasi Merah Putih di SMK Negeri 3 Kupang pada Selasa, 18 November 2025. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Aula SMK Negeri 3 Kupang tampak lebih hidup dari biasanya pada Selasa (18/11/25) pagi. Suasana semangat memenuhi ruangan ketika ratusan pengurus Koperasi Merah Putih dari berbagai kelurahan di Kota Kupang berkumpul untuk mengikuti Bimbingan Teknis Penguatan Kapasitas Pengurus Koperasi. Di antara mereka, tampak wajah-wajah antusias sebagian baru pertama kali mengikuti pelatihan sekelas ini, sebagian lainnya sudah mengelola koperasi sejak beberapa tahun terakhir.

Di hadapan para peserta, Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, berdiri memberikan sambutan yang bukan hanya formal, tetapi terasa hangat dan penuh penghargaan. Dengan suara tegas namun bersahabat, ia membuka kegiatan bimtek sekaligus menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya peran koperasi dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di tingkat kelurahan.

Bukan sesuatu yang gampang ketika Bapak-Ibu memilih bekerja menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui Koperasi Merah Putih. Dalam kondisi ekonomi yang tidak baik-baik saja, pengabdian ini sangat mahal dan sangat berharga bagi masyarakat Kota Kupang,” ujar Sekda, disambut tepuk tangan para peserta yang memenuhi aula.

Pengurus Koperasi, Mitra Strategis Ekonomi Kerakyatan

Sekda menegaskan bahwa pengurus koperasi bukan bagian dari struktur pemerintah—mereka bukan staf kelurahan, bukan pula pegawai pemerintah. Namun di balik itu, justru tersimpan nilai penting: mereka adalah mitra strategis, garda terdepan dalam upaya memperkuat kesejahteraan di lingkungan masing-masing.

Kerja ini adalah kerja sukarela, dan itu luar biasa. Kami sangat menghargai pengabdian Bapak-Ibu,” tambahnya.

Ucapan Sekda ini terasa relevan, sebab di tengah tantangan ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, banyak pengurus bekerja tanpa imbalan besar, mengandalkan semangat gotong royong dan niat tulus untuk memajukan warganya.

Pendampingan Menyeluruh dari Pemerintah Kota

Dalam kesempatan itu Sekda juga menyampaikan pesan khusus dari Wali Kota Kupang, agar seluruh jajaran mulai dari kelurahan, kecamatan hingga para asisten memberikan pendampingan penuh kepada pengurus koperasi. Terutama dalam aspek tata kelola keuangan, agar tak ada pengurus yang tersandung persoalan hukum karena ketidaktahuan.

Dampingi pengurus koperasi agar tidak salah langkah. Kita bekerja dalam sistem, kita kawal sama-sama.

Sebagai mantan Kepala Bagian Hukum, Sekda memahami betul pentingnya pengelolaan keuangan yang transparan dan sesuai aturan. Karena itu ia menegaskan bahwa pemerintah hadir bukan untuk menakut-nakuti, tetapi memberi dukungan dan memastikan keberlanjutan koperasi di tingkat kelurahan.

Tiga Hari Ruang Belajar untuk Pengurus Koperasi

Selama tiga hari ke depan, peserta bimtek mendapatkan kesempatan belajar dari narasumber berkompeten, salah satunya Dominikus Ancis dan tim. Sekda mendorong seluruh peserta untuk aktif bertanya dan menggali isu-isu yang sering mereka temui di lapangan.

Ini narasumber terbaik. Apa yang biasanya ditanyakan ke lurah atau camat, hari ini tanyakan langsung. Manfaatkan waktu belajar ini sebaik-baiknya,” pesannya.

Bimtek ini sendiri disusun dengan materi yang menyoroti fondasi penting pengelolaan koperasi modern—mulai dari manajemen organisasi, pengelolaan keuangan, hingga pengembangan usaha berbasis digital.

Membuka Peluang Usaha dari Potensi Lokal

Tidak hanya fokus pada tata kelola, Sekda juga mendorong pengurus koperasi untuk melihat potensi-potensi ekonomi lokal yang dapat dikembangkan menjadi usaha produktif. Menurutnya, koperasi dapat menjadi pionir dalam memaksimalkan potensi kuliner lokal, kerajinan, hingga usaha UMKM lainnya yang banyak tumbuh di kelurahan.

Koperasi bisa memulai banyak hal dari potensi kecil. Kalau dikelola bersama, hasilnya besar bagi warga,” ujarnya.

BACA JUGA:  Penyerahan LKPD 2025, Wali Kota Kupang: Bukan Hanya Dokumen, Tapi Tanggung Jawab Moral

Menguatkan SDM Koperasi Merah Putih

Sementara itu, Plt. Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Koperasi, Venny Aman, menegaskan bahwa pelatihan ini adalah bagian dari program nasional untuk memperkuat peran koperasi dalam pembangunan ekonomi kerakyatan. Ia mengakui masih banyak tantangan yang dihadapi koperasi di akar rumput—mulai dari literasi digital yang rendah hingga minimnya pemahaman manajemen.

“Pelatihan ini adalah fondasi untuk memastikan pengurus benar-benar siap mengelola koperasi dengan baik, transparan, dan modern,” jelas Venny dalam laporannya.

Menggerakkan Ekonomi dari Kelurahan

Keberadaan Koperasi Merah Putih yang tersebar di berbagai kelurahan menjadi harapan baru dalam menggerakkan ekonomi masyarakat secara inklusif. Dengan dukungan pemerintah, pelatihan intensif, dan semangat gotong royong para pengurus, koperasi ini diharapkan benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di Kota Kupang.

Dan pagi itu, ketika kegiatan bimtek resmi dibuka, semangat baru seakan tumbuh di tengah peserta sebuah harapan bahwa penguatan kapasitas hari ini akan bermuara pada kesejahteraan warga di tingkat kelurahan. (Penulis/ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.