Survei BI Ungkap Kinerja Usaha NTT Naik, Investasi dan Produksi Ikut Menguat

oleh -439 Dilihat
Grafik Survei BI soal Kinerja Usaha NTT. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat adanya peningkatan kinerja kegiatan dunia usaha di wilayah NTT pada triwulan IV 2025. Hal tersebut terungkap dalam Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang menunjukkan nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kegiatan usaha sebesar 29,59 persen, meningkat dibandingkan triwulan III 2025 yang tercatat 24,74 persen.

Kepala BI Perwakilan NTT, Adidoyo Prakoso, mengatakan peningkatan kinerja dunia usaha tersebut terutama ditopang oleh meningkatnya aktivitas ekonomi pada sejumlah lapangan usaha yang berkaitan dengan pola musiman permintaan menjelang Hari Besar dan Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, serta tren realisasi belanja Pemerintah.

“Mayoritas lapangan usaha mencatatkan kinerja positif pada triwulan IV 2025,” ujar Adidoyo.

Lapangan usaha dengan SBT tertinggi tercatat pada sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib dengan SBT sebesar 7,21 persen. Disusul Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi sebesar 5,72 persen, Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 4,30 persen, Konstruksi sebesar 3,68 persen, serta Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 2,69 persen.

Meski demikian, BI juga mencatat masih terdapat beberapa sektor yang kinerjanya tertahan, yakni Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian dengan SBT minus 1,06 persen serta Jasa Lainnya dengan SBT minus 2,33 persen. Secara umum, peningkatan kinerja dunia usaha di NTT tersebut sejalan dengan kondisi kinerja usaha nasional yang tetap terjaga.

Dari sisi kapasitas produksi, tingkat utilisasi pada triwulan IV 2025 tercatat sebesar 70,92 persen, meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 69,89 persen. Peningkatan kapasitas produksi ini terutama ditopang oleh Lapangan Usaha Pengadaan Listrik dengan utilisasi mencapai 97,00 persen, Pertanian sebesar 69,17 persen, serta Industri Pengolahan sebesar 67,50 persen.
Adidoyo menjelaskan, peningkatan tersebut dipengaruhi oleh tingginya konsumsi listrik rumah tangga dan industri, meningkatnya produksi komoditas tanaman pangan dan perkebunan, serta naiknya permintaan hasil olahan bahan bangunan. Kondisi ini turut didukung oleh penguatan kondisi keuangan pelaku usaha, baik dari sisi likuiditas maupun rentabilitas.

BACA JUGA:  Ekonomi NTT Triwulan I-2025 Tumbuh 4,55 Persen, Didominasi Sektor Pertanian dan Konsumsi Rumah Tangga

Selain itu, hasil SKDU juga menunjukkan adanya peningkatan investasi pelaku usaha di NTT pada triwulan IV 2025. Hal ini tercermin dari SBT investasi yang mencapai 17,22 persen, meningkat dibandingkan 10,19 persen pada triwulan III 2025. Secara nasional, investasi juga tercatat meningkat dengan SBT sebesar 9,54 persen dari sebelumnya 5,67 persen.

Sementara itu, akses kredit masih berada pada zona positif meskipun fasilitas pelonggaran kredit relatif terbatas. Di sisi lain, penggunaan tenaga kerja pada triwulan IV 2025 masih belum menunjukkan kondisi yang ekspansif.

Ke depan, pelaku usaha memprakirakan kegiatan dunia usaha di NTT pada triwulan I 2026 akan terus mengalami peningkatan. Hal ini tercermin dari SBT ekspektasi kegiatan usaha sebesar 34,93 persen. Optimisme tersebut terutama bersumber dari Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan seiring prospek hasil panen tanaman pangan dan perkebunan yang baik, serta sektor Informasi dan Komunikasi dan Perdagangan Besar dan Eceran yang didorong oleh dinamika permintaan masyarakat pada periode Ramadan dan HBKN Idulfitri 1447 Hijriah. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.