Bank Indonesia NTT Bersinergi dengan Pemda, BULOG, dan GMIT Wujudkan GAP di Desa Mata Air

oleh -384 Dilihat
BI, Pemda, Bulog dan GMIT Panen Raya Simbolis di Kabupaten Kupang. (Foto Humas BI Perwakilan NTT)

Suarantt.id, Oelamasi-Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Pemerintah Daerah, BULOG, dan Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) menunjukkan komitmen nyata dalam Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) melalui implementasi Good Agriculture Practices (GAP) di Desa Mata Air, Kecamatan Tarus, Kabupaten Kupang.

Kegiatan ini merupakan langkah kolaboratif untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan mengatasi defisit beras di Provinsi NTT. Penerapan GAP mencakup penggunaan bibit unggul, pemupukan berimbang, serta metode tanam jajar legowo sebagai strategi peningkatan hasil panen sekaligus menjaga mutu produk pascapanen.

“Produksi beras NTT baru mencapai sekitar 450 ribu ton per tahun, sedangkan konsumsi mencapai 600 ribu ton. Artinya, ada defisit sekitar 150 ribu ton atau setara Rp1,8 triliun,” ungkap Agus Sistyo Widjajati, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT. Ia menambahkan bahwa kondisi ini harus dimaknai sebagai peluang untuk meningkatkan kapasitas petani lokal melalui perbaikan teknis di seluruh proses budidaya.

Agus menegaskan tiga aspek penting dalam pertanian yang harus diperhatikan, yakni praktik budidaya yang baik, pengolahan hasil panen yang optimal, serta kemampuan mengolah hasil menjadi produk bernilai ekonomi.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan bibit secara simbolis oleh Wakil Ketode Majelis Sinode GMIT kepada para petani, serta panen raya di lahan Kelompok Tani (KT) Sulamanda dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Kasih Sayang sebagai bentuk keberhasilan awal program.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT turut menyatakan komitmennya untuk mendukung program ini secara berkelanjutan melalui pendampingan oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) agar petani mendapatkan solusi teknis dalam praktik sehari-hari.

Implementasi GAP ini diharapkan dapat menjadi tonggak penting dalam mewujudkan swasembada pangan sesuai visi Asta Cita Kabinet Merah Putih dan Dasa Cita Provinsi NTT, sekaligus memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan strategis bagi masyarakat. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.