Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Kota Kupang melalui Tim Penggerak PKK menggelar Rapat Koordinasi dan Konsultasi TP PKK Kota Kupang Tahun 2025, yang dirangkai dengan persiapan pembentukan kelembagaan Tim Pembina Posyandu secara berjenjang. Acara yang berlangsung di Aula Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang ini secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, Selasa (29/4/2025).
Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua TP PKK Kota Kupang Ny. Widya Cahya, Penjabat Sekda Kota Kupang Ignas Repelita Lega, para pimpinan perangkat daerah, camat dan lurah se-Kota Kupang, serta Ketua TP PKK tingkat kecamatan dan kelurahan.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota mengajak seluruh peserta untuk bersyukur atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai strategis dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Ia menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung upaya pemberdayaan masyarakat melalui TP PKK.
“Dalam menjalankan pemerintahan, kami berpegang teguh pada prinsip to govern is to serve — memerintah berarti melayani. Melayani dengan kasih, dedikasi, dan tanggung jawab,” tegas Serena.
Ia menjelaskan bahwa forum ini bertujuan untuk menyelaraskan program kerja TP PKK dengan perangkat daerah secara terintegrasi, serta mempersiapkan pembentukan Tim Pembina Posyandu sebagai ujung tombak layanan dasar ibu dan anak di Kota Kupang.
Serena menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan pembangunan. Ia mengutip pepatah, “If you want to go fast, walk alone. If you want to go far, walk together,” untuk menggambarkan pentingnya kerja sama dalam mencapai hasil yang berkelanjutan.
Wakil Wali Kota juga mengungkapkan data terbaru terkait tantangan di bidang kesehatan: peningkatan angka stunting balita dari 17,2 persen menjadi 18,8 persen, gizi buruk dari 0,77 persen menjadi 1,46 persen, serta kenaikan angka kematian ibu dari 38 menjadi 50,2 per 100.000 kelahiran hidup. Meski demikian, terdapat kemajuan dalam penurunan angka kematian bayi dari 5,56 menjadi 2,90 per 1.000 kelahiran.
“Capaian ini patut disyukuri, namun pekerjaan besar masih menanti kita,” ujarnya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Serena menginstruksikan beberapa langkah strategis: penyusunan rencana kerja yang berdampak, pemetaan masalah di tiap wilayah, dukungan nyata terhadap revitalisasi Posyandu, serta pelibatan aktif kader PKK dan masyarakat.
“Sendiri kita terbatas, namun bersama kita tak terbatas,” ungkapnya, mengutip pepatah lainnya sebagai dorongan semangat kolaboratif.
Ia menutup sambutannya dengan menegaskan komitmen Pemkot Kupang untuk terus memperkuat pemberdayaan keluarga dan layanan kesehatan dasar, serta mengajak peserta memanfaatkan forum ini secara maksimal.
“Mari kita buktikan bahwa kerja kita hari ini adalah investasi untuk masa depan. Bersama, kita wujudkan Kota Kupang, Kota Kasih, sebagai rumah bersama yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan,” pungkas Serena.
Sementara itu, dalam laporan panitia yang disampaikan oleh Sekretaris TP PKK Kota Kupang, ditegaskan bahwa Gerakan PKK merupakan gerakan nasional dari dan untuk masyarakat, dengan tujuan membentuk keluarga yang sehat, sejahtera, maju, mandiri, serta menjunjung tinggi nilai-nilai keimanan, kesetaraan gender, dan kesadaran hukum serta lingkungan.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempersiapkan pembentukan kelembagaan Tim Pembina Posyandu Tahun 2025 yang akan bekerja secara terstruktur hingga tingkat kelurahan. ***





