Bank NTT Tampilkan Komitmen Perlindungan Sosial dalam Paritrana Award 2025

oleh -5103 Dilihat
Kepala Subdivisi Edukasi, Promosi, dan Monitoring Evaluasi Produk Dana Jasa Kantor Pusat Bank NTT Pose Bersama Kepala BPJS Ketenagakerjaan NTT dan Mitra. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Bank NTT kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung program jaminan sosial ketenagakerjaan dengan menampilkan sejumlah program unggulan dalam rangkaian wawancara Paritrana Award Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2025 yang digelar di Hotel Harper Kupang pada Rabu (25/6/25).

Dalam sesi pemaparan, Kepala Subdivisi Edukasi, Promosi, dan Monitoring Evaluasi Produk Dana Jasa Kantor Pusat Bank NTT, Alberth Nixon Bria yang akrab disapa Adhy menjelaskan berbagai upaya strategis Bank NTT dalam memperluas cakupan perlindungan sosial ketenagakerjaan, khususnya bagi pekerja rentan dan pelaku sektor informal.

“Bank NTT mendukung penuh program BPJS Ketenagakerjaan sebagai bagian dari komitmen kami terhadap perlindungan sosial. Kami telah menjalin kerja sama erat dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk mengakuisisi peserta dari kalangan agen, pelaku UMKM binaan, hingga masyarakat rentan di seluruh wilayah NTT,” terang Adhy.

Hingga akhir 2024, tercatat sebanyak 2.061 karyawan aktif Bank NTT telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Sejak tahun 2020, total iuran yang dibayarkan Bank NTT mencapai Rp20,4 miliar, mencakup program Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Pensiun (JP).

“Kami berkomitmen agar angka kepesertaan ini tidak stagnan, bahkan harus terus meningkat. Target kami adalah naik kelas, dari level provinsi menuju persaingan di tingkat nasional,” tegasnya.

Proteksi untuk Pekerja Rentan

Bank NTT juga menjalankan Gerakan Nasional Lingkaran (GN Lingkaran) sebagai bentuk kepedulian terhadap perlindungan pekerja rentan. Dalam periode 2020 hingga 2024, Bank NTT telah mengalokasikan dana sebesar Rp2,52 miliar untuk menjamin 40.000 pekerja rentan, termasuk agen Bank NTT, pelaku UMKM binaan, hingga mahasiswa agen.

Selain itu, melalui skema kredit Mikro Merdeka, Bank NTT juga mendorong debitur agar menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan. Hingga Mei 2025, sebanyak 2.206 debitur telah terlindungi, dengan total iuran awal sebesar Rp111,18 juta yang dibayarkan Bank NTT untuk tiga bulan pertama.

Inovasi Sosial: Program SERTAKAN

Salah satu inovasi terbaru Bank NTT adalah program SERTAKAN (Sejahterakan Pekerja Sekitar Anda), hasil kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan. Melalui program ini, karyawan Bank NTT secara pribadi diajak membiayai iuran jaminan sosial bagi pekerja informal di sekitar mereka.

“Kalau secara kelembagaan kami sudah berkontribusi, kini kami dorong karyawan secara pribadi ikut ambil bagian dalam memperluas perlindungan sosial melalui SERTAKAN,” jelas Adhy.

Penilaian Berdasarkan Dampak Nyata

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Provinsi NTT, Wawan Burhanuddin, menekankan bahwa Paritrana Award bukan sekadar ajang penghargaan, melainkan bentuk apresiasi negara atas kontribusi konkret terhadap perluasan cakupan jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Penghargaan ini diberikan atas dasar kontribusi nyata dalam memperluas perlindungan bagi pekerja, terutama di sektor rentan. Penilaiannya mencakup regulasi, jumlah peserta terlindungi, dan dampak sosial terhadap pengentasan kemiskinan,” ungkapnya.

Pada sektor usaha, terutama Usaha Menengah Besar (UMB), penilaian juga mempertimbangkan sejauh mana perusahaan memberikan perlindungan menyeluruh bagi tenaga kerjanya.

Optimis Lolos ke Tingkat Nasional

Sebagai informasi, Paritrana Award merupakan program nasional yang diinisiasi Presiden Republik Indonesia dan dilaksanakan oleh Kemenko PMK, Kemendagri, dan Kementerian Ketenagakerjaan. Tujuannya untuk memperkuat sistem perlindungan sosial pekerja di seluruh Indonesia.

Dengan rekam jejak kontribusi dan inovasi yang kuat, Bank NTT optimis menjadi kandidat unggulan dari NTT dan siap bersaing di tingkat nasional sebagai perusahaan yang berkomitmen pada kesejahteraan pekerja dan pembangunan sosial berkelanjutan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.