BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi di NTT Akibat Bibit Siklon 97S

oleh -391 Dilihat
Kondisi Kota Kupang Hujan pada Minggu, 18 Januari 2026. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) menyusul berkembangnya bibit siklon tropis 97S di Laut Timor bagian selatan.

Berdasarkan kondisi terkini Minggu, 18 Januari 2026, bibit siklon tropis 97S terpantau berada cukup jauh dari wilayah daratan NTT. Meski demikian, BMKG menegaskan bahwa keberadaan sistem ini tetap perlu diwaspadai karena berpotensi memengaruhi kondisi cuaca secara tidak langsung.

Biro Meteorologi Australia (Bureau of Meteorology/BOM) memperkirakan peluang sekitar 60 persen bibit siklon 97S akan menguat menjadi siklon tropis pada pertengahan pekan depan, sekitar Rabu hingga Kamis, 21–22 Januari 2026. Sistem ini diprediksi bergerak ke arah barat, melintas di sebelah selatan Pulau Rote, sebelum melanjutkan pergerakan menuju wilayah Australia Barat.

BMKG menekankan bahwa sistem ini berbeda dengan Siklon Tropis Seroja yang terjadi pada 2021 lalu. Saat itu, Siklon Seroja berkembang sangat dekat dengan daratan NTT sehingga menimbulkan dampak langsung dan signifikan. Sementara bibit siklon 97S saat ini berada relatif jauh dan diperkirakan menjauhi wilayah NTT.

“Meski lokasinya jauh, kombinasi antara aktivitas palung monsun dan bibit siklon tropis tetap dapat memicu peningkatan cuaca ekstrem di wilayah NTT,” demikian peringatan yang disampaikan BMKG.

Dalam beberapa hari ke depan, BMKG memperkirakan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah NTT. Selain itu, masyarakat juga diminta waspada terhadap risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor, terutama di daerah rawan.

Tak hanya di daratan, kondisi perairan selatan NTT juga diperkirakan terdampak. BMKG mengingatkan potensi gelombang tinggi yang dapat membahayakan aktivitas pelayaran dan nelayan.

Forum Pengurangan Risiko Bencana Provinsi Nusa Tenggara Timur (FPRB NTT) mengimbau masyarakat agar tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan serta terus memantau perkembangan informasi cuaca dari BMKG sebagai sumber resmi.

BMKG memastikan akan terus melakukan pemantauan dan menyampaikan pembaruan informasi secara berkala terkait perkembangan bibit siklon tropis 97S dan dampaknya terhadap wilayah NTT. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.