Suarantt.id, Kupang-Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Mira Kale, mengungkapkan bahwa penurunan jumlah penerbangan dan pelayaran di wilayah NTT dipicu oleh kebijakan efisiensi anggaran. Hal tersebut disampaikan dalam jumpa pers yang digelar pada Senin, 2 Juni 2026.
Meski demikian, data terbaru menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam aktivitas transportasi udara dan laut pada April 2025.
BPS mencatat jumlah penerbangan angkutan udara pada April 2025 mencapai 3.095 penerbangan, terdiri dari 1.545 penerbangan berangkat dan 1.550 penerbangan datang. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 42,50 persen dibandingkan Maret 2025, dan naik 10,14 persen dibandingkan April 2024.
Bandara Eltari di Kupang menjadi bandara dengan kontribusi penerbangan terbesar di NTT, mencatat andil sebesar 35,86 persen. Disusul oleh Bandara Komodo di Labuan Bajo, Manggarai Barat dengan andil 26,20 persen.
Dari sisi jumlah penumpang, angkutan udara mencatatkan 235.200 orang pada April 2025, naik 40,51 persen dibandingkan Maret 2025 dan naik 5,91 persen dibandingkan April 2024.
Sementara itu, jumlah pelayaran angkutan laut pada April 2025 mencapai 7.307 pelayaran. Angka ini menunjukkan lonjakan 51,16 persen dari bulan sebelumnya dan 44,09 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Jumlah penumpang angkutan laut pada bulan tersebut tercatat sebanyak 695.296 orang, yang terdiri atas 337.843 penumpang turun dan 357.453 penumpang naik. Jika dibandingkan Maret 2025, terjadi kenaikan sebesar 0,43 persen, sedangkan jika dibandingkan April 2024, terjadi peningkatan signifikan sebesar 80,78 persen.
“Tren ini menunjukkan bahwa meskipun ada kebijakan efisiensi, kebutuhan akan mobilitas masyarakat tetap tinggi, baik melalui jalur udara maupun laut,” ujar Mira Kale. ***





