BRIN Fokuskan Riset di NTT, Dorong Ekonomi Berbasis Teknologi dan Pendidikan

oleh -191 Dilihat
Kepala BRIN, Prof. Dr. Arif Satria Didampingi Gubernur NTT Melki Laka dan Sejumlah Kepala Daerah di NTT Beri Keterangan Pers di Hotel Harper Kupang pada Selasa, 5 Mei 2026. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem riset di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai langkah strategis mendorong transformasi ekonomi daerah berbasis teknologi dan pendidikan.

Komitmen tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja (Raker) Pimpinan Perguruan Tinggi se-NTT yang digelar di Hotel Harper Kupang pada Selasa (5/5/2026). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala BRIN, Prof. Dr. Arif Satria, Gubernur NTT Melki Laka Lena, serta para pimpinan daerah dari sejumlah kabupaten/kota di NTT.

Dalam paparannya, Prof. Arif Satria menegaskan bahwa masa depan ekonomi tidak lagi bertumpu pada eksploitasi sumber daya alam mentah, melainkan pada kekuatan inovasi dan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Ekonomi ke depan sangat bergantung pada inovasi dan pendidikan. Karena itu, penguatan SDM menjadi kunci utama dalam membangun daya saing daerah,” ujarnya.

BRIN, lanjutnya, tengah membidik Pulau Timor sebagai salah satu pusat observasi riset nasional, khususnya dalam pengembangan energi dan bahan bakar di beberapa wilayah. Selain itu, potensi lokal seperti garam, rumput laut, dan kakao akan menjadi fokus pengembangan berbasis teknologi agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.

Ia juga menyoroti peningkatan posisi Indonesia dalam Global Innovation Index (GII) sebagai indikator positif yang harus terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. BRIN berkomitmen menjadi penggerak utama dalam membangun ekosistem riset yang berdaya saing global, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Gubernur NTT, Melki Laka Lena, menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menghasilkan langkah konkret, bukan sekadar wacana akademik.

“Saya berharap perguruan tinggi di NTT mampu melahirkan inovasi yang langsung menjawab kebutuhan masyarakat. Jangan hanya berhenti pada teori, tetapi harus sampai pada implementasi nyata,” tegasnya.

BACA JUGA:  Ahmad Yohan Dorong Penguatan Nilai Pancasila untuk Wujudkan Persatuan dan Kesejahteraan

Melki juga mendorong transformasi perguruan tinggi menuju konsep Teaching University yang diperkuat dengan riset berkualitas, penyediaan laboratorium modern, serta peningkatan kapasitas para peneliti di daerah.

Menurutnya, kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menjadi salah satu kunci dalam mempercepat implementasi program-program strategis di lapangan.

Raker ini turut dihadiri sejumlah wakil kepala daerah dan sekretaris daerah, yang menunjukkan dukungan penuh dari pemerintah daerah terhadap penguatan sektor pendidikan dan riset di NTT.

Melalui sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan BRIN, diharapkan hasil riset tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi mampu diimplementasikan secara nyata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Dengan arah kebijakan yang semakin terintegrasi, NTT optimistis dapat bertransformasi dari daerah berbasis ekonomi tradisional menjadi daerah dengan ekonomi modern yang bertumpu pada inovasi, teknologi, dan kualitas pendidikan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.