Suarantt.id, Kupang-Perusahaan Umum (Perum) Bulog Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) memastikan ketersediaan bahan pangan strategis di wilayah NTT dalam kondisi aman menjelang akhir tahun 2025. Hal ini disampaikan sebagai bentuk komitmen Bulog dalam mendukung stabilitas pangan dan pengendalian inflasi di daerah.
Saat ini, Bulog NTT menguasai stok beras sebanyak 18 ribu ton, ditambah 355 ton beras premium. Selain itu, tersedia pula stok gula sebanyak 566 ton dan minyak goreng sebesar 789 ribu liter. Ketersediaan ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.
Untuk memperkuat pasokan, Bulog juga tengah melakukan distribusi tambahan sebanyak 15 ribu ton beras yang didatangkan dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Jawa Timur. Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi lonjakan permintaan, khususnya menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
“Stok pangan strategis di gudang Bulog wilayah NTT dalam kondisi aman. Kami juga menambah pasokan dari luar daerah untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” demikian disampaikan pihak Bulog Wilayah NTT.
Pada bulan Desember 2025 ini, Bulog juga kembali menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat. Tercatat sebanyak 653.746 penerima bantuan akan memperoleh masing-masing 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat serta menjaga daya beli di tengah dinamika harga pangan.
Meski demikian, Bulog mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam proses distribusi, khususnya di wilayah Flores, akibat kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Kendala tersebut mempengaruhi kelancaran transportasi pangan menuju beberapa daerah tujuan.
“Kami tetap memastikan penyaluran bantuan pangan berjalan, meskipun dilakukan secara bertahap karena adanya keterbatasan distribusi akibat kelangkaan BBM,” ujar perwakilan Bulog.
Pemerintah Provinsi NTT bersama Bulog dan seluruh pemangku kepentingan terus berkoordinasi agar distribusi pangan dapat berjalan lancar serta stok tetap terjaga. Upaya ini menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan daerah, terutama menjelang momentum akhir tahun yang biasanya diiringi peningkatan konsumsi masyarakat. ***







